Atasi Dampak Cuaca Ekstrem, Sekolah di Banda Aceh Gerak Cepat Fasilitas Sekolah Anggaran Seadanya

Kepala Sekolah SDN 26 Tihabsah.

Habapublik.com, Banda Aceh : Sekolah di Banda Aceh bergerak cepat dengan memanfaatkan dana talangan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas terdampak cuaca lalu. penggunaan dana BOS untuk itu belum memungkinkan di lakukan.

Sekolah di Banda Aceh bergerak cepat antisipasi sejumlah fasilitas terdampak cuaca ekstrem. Hal ini terkait dengan Instruksi PJ Walikota Banda Aceh yang berharap kepala Satuan Pendidikan dapat responsive dalam menangani dampak cuaca tersebut. Hal itu juga di lakukan SDN 26 Banda Aceh dengan alokasi dana talangan dari pos lain dan seadanya, yang sudah memperbaki beberapa fasilitas yang mengkhawatirkan maupun terdampak cuaca buruk.

Menurut Kepala Sekolah SDN 26 TI Habsah, diperkirakan perbaikan fasilitas menelan dana hingga Rp 8 juta, Hal ini menurutnya bersumber dari dana pos lain yang akan di tutup pada plot anggaran Dana BOS tahun depan.

“Dalam pandangan saya segera pemerintah turun tangan di bantu rehab bangunan atau bangunan baru saya lihat sudah tidak layak lagi dipertahankan seperti ini, terkait pengalaman kemarin terutama di ruang guru, kantin, karena asbes sudah mau jatuh, baru diusulkan dapat DAK tahun 2025,” ujarnya, Senin (24/09/2024).

Dia mengatakan sebenarnya ada komponen bangunan yang sudah selayaknya dig anti, Namun karean belum mencukupi dana pihaknya hanya dapat memperbaiki sementara saja. Sedangkan dana pembangunann baru diperkrakan menghabiskan biaya sangat besar.

“Tapi memang belum tahu apa menunggu tahun 2025 itu, itu seperti di wc itu sudah takut juga ke wc karena sudah jatuh plafon nya tapi untuk perbaikan itu besar sekali biayanya. karena juga sekolah ini sudah cukup lama, sejak saya disini tahun 2019 belum ada renovasi” tambahnya.

Dia menambahkan sejak dirinya menjadi Kepala sekolah pada tahun 2019 belum ada revitalisasi dari bagian gedung sekolah, Akibatnya beberapa bagian sudah mulai rusak.

Dia berharap pihak terkait dapat memberikan perhatian agar dapat menghindari resiko atau dampak dari cuaca yang bisa saja berubah ekstrem, sehingga beresiko kepada unsur pendidik maupun siswa disekolah yang dipimpinnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *