Ragam  

BPBD Sabang Siagakan Seluruh Personel Hadapi Cuaca Ekstrem

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sabang sedang membersihkan longsoran di salah satu jalan akibat hujan lebat yang melanda daerah itu. Foto/Dok BPBD Sabang.

Habapublik.com, Sabang: Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sabang menyiagakan personel guna menghadapi potensi bencana. Hingga September 2024, telah dilaporkan sebanyak 117 kejadian bencana, dan dari jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah pada bulan Oktober, November, dan Desember, mengingat curah hujan yang diperkirakan akan meningkat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sabang, Budiman mengatakan, pihaknya siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. BPBD telah mempersiapkan tiga regu yang terdiri dari masing-masing 13 orang, dengan total sekitar 40 personel yang siap bertugas.

“Jika satu regu sudah cukup untuk menangani bencana, maka regu tersebut akan dikerahkan, namun, jika situasinya lebih berat, regu cadangan akan dipanggil. Dan dalam kondisi darurat, tiga regu sekaligus akan dikerahkan untuk menangani bencana,” ujar Budiman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/10/2024).

Budiman menghimbau masyarakat Sabang, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk selalu waspada dan berhati-hati, serta masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika cuaca ekstrem terjadi. Daerah-daerah seperti sepanjang jalan depan Kantor Wali Kota Sabang, Simpang Garuda, Jalan Perikanan, hingga kawasan wisata Cot Murong sampai Kilometer Nol adalah kawasan yang rawan.

“Jika kondisi cuaca tidak mendukung, sebaiknya kurangi kegiatan di luar rumah guna menghindari risiko bencana. Apabila terjadi bencana, segera laporkan melalui keuchik, jurong, atau aparatur gampong, yang nantinya akan berkoordinasi dengan BPBD,” tambahnya.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Sabang terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) untuk melakukan peremajaan pohon di beberapa kawasan yang rawan. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif melaporkan kondisi yang dapat menimbulkan risiko bencana, seperti pohon yang sudah tua.

“Partisipasi masyarakat sangat penting bagi kami. Kami berkomitmen untuk menjaga keselamatan warga dan wisatawan di Sabang, namun kerja sama masyarakat diperlukan untuk mewujudkan hal ini,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *