Ragam  

Kejadian Bencana di Sabang Menurun, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sabang sedang membersihkan pohon tumbang di salah satu jalan akibat hujan lebat yang melanda daerah itu. Foto/Dok BPBD Sabang.

Habapublik.com, Sabang: Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sabang beberapa bulan terakhir ini menyebabkan peningkatan kejadian pohon tumbang, yang menjadi jenis bencana paling sering dilaporkan. Meskipun cuaca buruk mendominasi penyebab bencana, jumlah laporan bencana di Kota Sabang tercatat mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sabang, Budiman mengatakan, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sabang, pada tahun 2022 terdapat 150 laporan bencana, dan menurun menjadi 124 laporan pada tahun 2023. Kemudian hingga September 2024, tercatat 117 laporan bencana, meskipun masih ada tiga bulan tersisa untuk dihitung.

“Jenis bencana yang dilaporkan beragam, meliputi pohon tumbang, tanah longsor, banjir, kebakaran, angin kencang yang merusak rumah warga, hingga penemuan mayat. Untuk pohon tumbang saja 2022 87 kasus, 2023 78 kasus, 2024 55 kasus, namun diperkirakan akan alami kenaikan karena masih ada tiga bulan kedepan,” ujar Budiman, Selasa (15/10/2024).

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terus terjadi pada akhir tahun 2024 ini hingga awal tahun 2025 mendatang.

Sebagai upaya antisipasi, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan bekerjasama dengan pihak terkait melakukan peremajaan pohon yang dianggap dapat membahayakan keselamatan warga.

“Memeritahukan melalui perangkat gampongm kepada masyarakat, jika ada pohon yang rawan tumbang atau patah dahan, agar segera memberitahukan kepada BPBD dan DLHK sabang. Hal ini agar mengurangi dampak buruk jika terjadi cuaca ekstrem atau angin kencang di Kota Sabang,” tambahnya.

Pemerintah kota Sabang hingga saat ini, juga terus mengupayakan perbaikan infrastruktur dan pemangkasan pohon di kawasan rawan guna mengurangi risiko pohon tumbang akibat angin kencang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *