Habapublik.com, Sabang: Tingkat hunian hotel dan penginapan di Kota Sabang mengalami penurunan signifikan selama bulan suci Ramadan 1446 H. Dibandingkan dengan hari biasa, jumlah wisatawan yang menginap jauh lebih sedikit.
Andi, salah satu pemilik penginapan di Sabang, mengungkapkan bahwa selama Ramadhan, rata-rata hanya ada satu hingga dua kamar yang terisi per hari. Namun, ada juga beberapa tamu yang memilih untuk tinggal dalam waktu yang lebih lama, bahkan hingga satu bulan penuh.
“Jadi dipenginapan kami meskipun tetap ramai namun tetap ada yang masuk, rata-rata tamu dari Aceh. Kemudian ada juga yang bekerja di Sabang, dan lokasinya dekat dengan penginapan kami, jadi menginap hingga 30 hari,” ujar Andi, Rabu (05/03/2025).
Hal serupa juga dialami oleh Riansyah, pemilik homestay di Gampong Ie Meulee, Sabang. Ia menyampaikan bahwa pemesanan di homestay miliknya menurun selama Ramadhan.
Meski demikian, Roni tetap optimis bahwa kondisi ini akan berubah drastis saat memasuki libur Lebaran Idul Fitri, di mana jumlah wisatawan diperkirakan melonjak tajam.
Penurunan tingkat hunian ini merupakan fenomena yang sering terjadi setiap tahun selama bulan puasa. Wisatawan cenderung mengurangi perjalanan wisata, terutama ke daerah wisata bahari seperti Sabang. Namun, pemilik hotel dan penginapan tetap bersiap menyambut lonjakan tamu saat musim liburan tiba.
“Dengan keindahan alam yang dimiliki Sabang serta berbagai destinasi wisata unggulan, kami yakin bahwa setelah Ramadan, sektor pariwisata akan kembali menggeliat dan membawa dampak positif bagi ekonomi lokal,” kata Riansyah.(*)












