*Kewedan adalah wilayah setingkat di bawah Kabupaten, dipimpin oleh Kewedana. Meureudu merupakan sebuah kecamatan di Pidie Jaya yang menjadi pusat pemerintahan kabupaten setempat.
Habapublik.com, Meureudu: Sebagai induk Kabupaten Pidie Jaya, Kecamatan Meureudu, konon, dulu pada masa kerajaan dikenal dengan Kewedana. Pantas seharusnya menjadi contoh bagi kecamatan lainnya dari berbagai aspek, khususnya dalam kemajuan pembangunan.
Hanya saja, kondisi tersebut berbanding terbalik. Pasalnya, Kecamatan Meureudu yang notabene ibukota Kabupaten berlebel Negeri Japakeh ini dinilai warga tidak memiliki keistimewaan dibandingkan dengan ibukota kabupaten lainnya di Aceh.
Problema ini dicurahkan salah satu Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Pidie Jaya, H Yusri Abdullah dan tokoh masyarakat serta beberapa para pedagang di Kota Meureudu saat dampingi kunjungan wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri pada Sabtu (8/3/2025).
“Meureudu ini adalah cerminan Kabupaten Pidie Jaya sebagai ibukota. Namun, tidak ada perubahan signifikan daerah yang mendekati usia 19 tahun,” terangnya, dikutip wartawan Habapublik di sela-sela mendampingi kunjungan wakil Bupati ke pasar Meureudu untuk berdialog dengan pedagang.
Ia menuturkan standarnya sebagai ibukota kabupaten, seharusnya bisa memenuhi kebutuhan publik. Namun realitanya, ibukota Kabupaten Pijay ini masih sangat jauh tertinggal dari segi kemajuan pembangunan seumpama jalan dua jalur.
Belum lagi masalah drainase dan jalan rusak dalam kota yang cukup banyak belum dilakukan perbaikan, sehingga memperburuk wajah ibukota. Ditambah lagi dengan harga sewa toko Pemda yang dinilai mencekik leher pedagang.
Atas kondisi tersebut, maka banyak para pedagang mengeluh harga sewa toko di tengah ekonomi masyarakat sedang morat-maritnya. Ekses itu tidak sedikit para pedagang lebih memilih menutup dagangan alias urung niat menyambung sewaan.
Menurunkan harga sewa toko pemerintah dengan segera kata Yusri Abdullah merupakan alternatif memuluskan para pedagang untuk bertahan dengan dalih ketimbang tidak ada yang sewa dan berimbas pada Pendapatan Daerah (PAD).
“Saya bertanggungjawab selaku putra asli Meureudu, yang juga dari Dapil 1 (Meureudu, Meurah Dua, Ulim), di depan pak wakil Bupati kita ini yang baru emban tugas ini kami minta, tolong Fokuskan!. (*)












