Ragam  

Selamatkan Telur dari Predator, Bak Penetasan Penyu Dibangun di Sabang

Pembangunan bak penetasan penyu dilakukan di Kota Sabang sebagai upaya menyelamatkan telur penyu yang sebelumnya dievakuasi dari pantai alami. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Pembangunan bak penetasan penyu dilakukan di Kota Sabang sebagai upaya menyelamatkan telur penyu yang sebelumnya dievakuasi dari pantai alami. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan penetasan sekaligus mendukung upaya pelestarian penyu di wilayah Sabang.

Ketua Peneliti Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Syiah Kuala, Maria Ulfa, mengatakan telur penyu dipindahkan dari lokasi alami ke bak penetasan untuk mengurangi risiko dimangsa predator. Selain itu, keberadaan pagar dan pengawasan di lokasi penetasan dinilai dapat memberikan perlindungan lebih terhadap telur hingga menetas.

“Telur-telur penyu yang sudah kita evakuasi dari pantai alami kita bawa ke sini untuk disimpan. Dengan adanya bak dan pagar, telur penyu bisa terlindungi dari predator sehingga lebih banyak yang terselamatkan,” ujar Maria Ulfa, Minggu 30 Agustus 2026.

Dalam pelaksanaannya, tiga mahasiswa Universitas Syiah Kuala akan dilibatkan melalui program Kuliah Kerja Nyata. Mereka akan membantu pembuatan bak, melakukan pengukuran penyu, menghitung jumlah telur yang menetas, serta mencatat jenis penyu yang naik ke pantai untuk bertelur.

Maria menjelaskan, keterlibatan mahasiswa juga diarahkan untuk menghasilkan data yang lebih terukur mengenai keberadaan penyu di Sabang. Selain kegiatan di lokasi penetasan, mahasiswa akan melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah mengenai pentingnya penyu bagi ekosistem laut.

“Pada saat peresmian nanti kita juga akan membuat seminar bersama mitra, mahasiswa dan masyarakat tentang penyelamatan penyu. Kita juga akan melakukan sosialisasi ke sekolah agar generasi muda memahami bahwa penyu sangat penting bagi ekosistem,” katanya.

Pembangunan bak penetasan ditargetkan selesai pada awal Oktober 2026 dan diharapkan dapat diresmikan pada September mendatang. Maria berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebelum musim penyu mulai naik sekitar November, sehingga upaya penyelamatan dan pelestarian penyu di Sabang dapat terus berlanjut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *