Ragam  

Waled Husaini Dirawat di RSUDZA, Pj Bupati Aceh Besar Membezuk

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM bersama isteri, Cut Rezky Handayani SIP MM, Sabtu (27/1/2024) malam, membezuk Tgk H Husaini A Wahab atau lazim disapa Waled Seulimuem yang dirawat di RSUDZA Banda Aceh.(Foto/Prokopim Setdakab Aceh Besar).

Habapublik.com, Banda Aceh : Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM bersama isteri, Cut Rezky Handayani SIP MM, Sabtu (27/01/2024) malam, membezuk Tgk H Husaini A Wahab atau lazim disapa Waled Seulimeum yang dirawat di RSUDZA Banda Aceh.

Ulama kharismatik yang juga pimpinan salah satu pesantren terbesar di Aceh Besar itu, juga Wakil Bupati Aceh Besar periode 2017-2022, dirawat di RSUDZA setelah dirujuk dari RS Harapan Bunda dengan gejala komplikasi.

“Kita doakan semoga Allah kembali memberikan kesehatan dan kesembuhan kepada Waled, agar bisa beraktifitas kembali terutama untuk kembali membimbing ribuan santrinya di Dayah Ruhul Fatayat, Seulimuem,” kata Muhammad Iswanto didampingi Kabag Prokopim Setdakab Aceh Besar, Imam Munandar STP.

Dalam kesempatan membezuk itu, Iswanto dan isteri terlihat menghibur dan menyemangati Waled dan keluarga yang mendampingi, dengan berbincang ringan dan hangat. Pj Bupati itu berpesan agar keluarga tetap tabah dan semangat. Waled sendiri terlihat mampu berkomunikasi dengan lancar.

Informasi pihak keluarga, sebelum dirawat di RS Harapan Bunda, Waled baru kembali dari perawatan di Kuala Lumpur. Saat pulang, kondisi Waled tampak baik baik saja, namun belakangan terlihat kondisinya menurun, hingga kembali dibawa ke rumah sakit.

Pj Bupati Muhammad Iswanto yang baru tiba dari perjalanan dinasnya, Sabtu (27/1/2024) menjelang petang, sebelum membezuk Waled, juga telah mengunjungi Pesantren Babul Maghfirah di Gampong Cot Keueng, Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar, untuk menyalurkan bantuan masa panik.

Seperti diketahui, pesantren yang dipimpin oleh Ustad Masrul Aidi itu terbakar, Kamis (25/01/2024) pagi, sehingga sejumlah ruangan dayah ludes dilalap api, termasuk rumah hunian Ustadz Masrul Aidi.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *