*Pastikan Bantuan Merata dan Akses Jalan Pining Segera Terbuka
Habapublik.com, Blangkejeren: Langit Pining masih sering muram. Lumpur belum sepenuhnya mengering, dan bekas amukan alam masih tampak jelas di sepanjang jalur yang longsor. Namun di tengah keterisolasian dan kelelahan warga, hadir kembali sebuah kepastian pemerintah tidak berpaling.
Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, S.E., M.AP, kembali turun langsung ke lokasi bencana banjir dan longsor di Kecamatan Pining, Senin (15/12/2025). Bukan sekadar kunjungan simbolik, kehadirannya menjadi penegasan bahwa penderitaan warga tidak luput dari perhatian pemerintah daerah.
Menyusuri jalan berlumpur dan medan yang masih rawan, Wakil Bupati meninjau titik-titik longsor terparah yang selama berhari-hari mengurung desa-desa di Pining. Di setiap persinggahan, ia memastikan satu hal penting bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan, tanpa terkecuali.
“Kami tidak ingin ada satu pun warga yang terlewat. Di saat seperti ini, keadilan dan pemerataan bantuan adalah harga mati,” tegas H. Maliki di sela-sela peninjauan.
Tak hanya soal logistik, perhatian Wakil Bupati juga tertuju pada akses jalan yang tertimbun longsor—jalur hidup masyarakat Pining. Jalan itu bukan sekadar lintasan kendaraan, melainkan nadi ekonomi, akses kesehatan, dan penghubung harapan warga dengan dunia luar.
Ia meminta seluruh unsur terkait untuk terus memaksimalkan alat berat dan tenaga di lapangan agar jalur kendaraan segera terbuka dan dapat dilalui dengan aman.
“Selama jalan belum terbuka, warga akan terus terisolasi. Membuka akses ini berarti membuka kembali harapan dan aktivitas hidup masyarakat,” ujarnya dengan nada tegas.
Bagi warga Pining, kehadiran langsung Wakil Bupati di tengah kondisi sulit menjadi penguat batin. Di saat sebagian dari mereka harus bertaruh nyawa melintasi jalur berbahaya demi memenuhi kebutuhan hidup, perhatian dan kehadiran pemerintah menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan penanganan bencana—hadir, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat.
Pemulihan mungkin belum selesai, tetapi langkah-langkah nyata terus diupayakan agar Pining perlahan bangkit dari luka alam dan kembali menata kehidupan.(*)












