Daerah  

Minim Alat Berat, Warga Pidie Jaya Masih Bergelimang dengan Tumpukan Tanah

Warga Gampong Mns Balek, Meureudu, Pijay sedang bergotong royong menggali saluran sumbat karena tumpukan tanah bekas bencana banjir. Foto: Hermansyah.

Habapublik.com, Meureudu: Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pidie Jaya hingga kini masih bergelimang tumpukan tanah yang menutupi permukiman dan akses jalan utama akibat bencana alam yang belum sepenuhnya tertangani.

Kondisi paling parah terlihat di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua. Hampir seluruh gampong terdampak bencana masih dipenuhi endapan tanah yang menumpuk di halaman rumah warga, fasilitas umum, serta badan jalan.

Pantauan media ini di lapangan, Jumat (2/1/2025), menunjukkan aktivitas warga terganggu akibat akses jalan yang sempit dan licin. Beberapa ruas jalan utama bahkan belum dapat dilalui kendaraan roda empat secara normal.

Sementara warga terpaksa membersihkan tumpukan tanah secara mandiri dengan peralatan seadanya. Namun karena keterbatasan alat berat membuat proses pembersihan berjalan lambat dan tidak maksimal, terutama di titik timbunan tanah yang cukup tebal.

Selain perkampungan, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, meunasah, dan drainase juga terdampak. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu masalah lanjutan, seperti genangan air dan gangguan kesehatan masyarakat.

“Kami berharap pihak Pemkab mengambil langkah dengan menurunkan alat berat tambahan serta mempercepat penanganan ini. Saya menilai penanganan saat ini belum menjangkau seluruh wilayah terdampak,” ujar Marzuki, warga Pante Beurene, Meurah Dua.

Di sisi lain sejumlah warga mengaku kesulitan menjalankan usaha karena akses distribusi barang terganggu akibat kondisi jalan yang belum pulih. Pemerintah diharapkan segera melakukan penanganan terpadu agar lingkungan warga kembali bersih.

Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan tumpukan tanah masih terus berlangsung di beberapa titik terdampak, meskipun dilakukan secara bertahap dengan keterbatasan alat dan personel di lapangan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *