Kota Sabang Siaga Hadapi Potensi Karhutla

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sabang, Syachrial

Habapublik.com, Sabang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sabang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla yang melibatkan sejumlah unsur terkait.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung dalam menghadapi kondisi darurat, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, pemadam kebakaran, BPKS, Tagana, RAPI, serta relawan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sabang, Syachrial, mengatakan apel tersebut dilakukan untuk mengecek kekuatan personel sekaligus peralatan yang tersedia untuk mendukung penanganan Karhutla.

“Apel Kesiapsiagaan Karhutla Kota Sabang pada tanggal 3 September 2026 bahwasannya itu adalah untuk mengecek kekuatan personel, peralatan, dan lain-lainnya,” ujarnya, Jumat (4/9/2026).

Syachrial menyebut keterlibatan berbagai unsur dalam apel menunjukkan adanya kesiapan bersama dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Sabang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sabang mengadakan Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla yang melibatkan sejumlah unsur terkait. Foto: Fandi Zulhadi

“Untuk menunjukkan bahwasannya Kota Sabang siap siaga untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan di Kota Sabang,” katanya.

Menurut Syachrial, kesiapsiagaan BPBD tidak hanya difokuskan pada Karhutla. Personel dan sarana yang dimiliki juga disiapkan untuk merespons berbagai kejadian bencana lainnya, seperti angin kencang, gempa, longsor, hingga kebakaran.

Ia menambahkan, dukungan unsur relawan seperti RAPI dan Tagana turut memperkuat respons kebencanaan di lapangan. Koordinasi lintas unsur diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat ketika terjadi kondisi darurat di masyarakat.

BPBD Kota Sabang bersama unsur terkait juga terus mendorong kesiapan hingga tingkat kecamatan, sehingga personel dapat segera bergerak memberikan penanganan ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *