Ragam  

Tanaman Cengkeh di Sabang Diserang Hama Organisme Pengganggu Tumbuhan

Penyuluh dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, sedang selidiki penyebab batang cengkeh yang terkena serangan OPT. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Petani cengkeh di Kota Sabang menghadapi tantangan serius akibat serangan hama Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang telah menyerang ratusan hektare tanaman cengkeh sehingga mengancam produksi dan kesejahteraan petani.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, luas area perkebunan cengkeh yang terkena serangan OPT mencapai kisaran antara 98,5 hingga 100 hektare. Serangan tersebut terjadi di beberapa gampong, seperti diantaranya Jaboi, Balohan, Cot Abeuk, dan Aneuk Laot.

Kepala Bidang Perkebunan, Ir. Siti Khasani, menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan di lapangan yang dilakukan bersama Balai Proteksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPPTP) Medan, gejala serangan OPT yang ditemukan berupa daun klorosis (menguning), mengering, dan kematian tanaman cengkeh dalam waktu relatif singkat.

Menurutnya, dugaan sementara, tanaman cengkeh diserang oleh patogen tular tanah, yang dapat disebabkan oleh berbagai jenis jamur, bakteri, atau nematoda yang hidup di dalam tanah.

“Itu dugaan sementara, untuk memastikan penyebab penyakit lebih jelas akan dilakukan pengamatan secara laboratorium terhadap contoh sampel bagian tanaman cengkeh yang diserang di laboratorium UPTD – BPTPPHP Provinsi Aceh. Pengendalian patogen tular tanah membutuhkan pendekatan terpadu, seperti penggunaan varietas tahan, sanitasi lahan, dan aplikasi agen hayati,” ujar Siti, Kamis (08/08/2024).

Pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk membantu petani mengatasi permasalahan ini. Siti juga menghimbau kepada petani cengkeh agar menjaga tanamannya, terutama usai panen, dengan cara memberikan pupuk organik dan menghindari penggunaan pupuk kimia.

“Untuk kedepannya, setelah masa panen kami berharap kepada petani untuk tetap intens lagi dalam melakukan perawatan, apalagi kondisi cuaca sekarang ini sangat panas. Serta usahakan untuk tidak memberikan pupuk berbahan kimia kepada tanaman,” tambahnya.

Kota Sabang, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat produksi cengkeh di Aceh, kini menghadapi tantangan berat. Serangan OPT ini tidak hanya mengancam produksi cengkeh, namun juga mata pencaharian dan kesejahteraan para petani. Upaya terpadu dari pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mempertahankan kejayaan perkebunan cengkeh di Sabang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *