Habapublik.com, Banda Aceh : Balai Bahasa Provinsi Aceh Gelar Krida Duta Bahasa bagi aktifis penggerak Literasi di tingkatan Pendidikan Menengah maupun Perguruan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan penggunaan bahasa daerah dikalangan generasi muda.
Kegiatan Krida duta Bahasa bagi Aktifis Penggerak Literasi oleh Balai Bahasa Provinsi Aceh ini di llaksanakan dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan penggunaan bahasa daerah dalam hal ini bahasa Aceh.
Kegiatan bagi tingkatan SMP ini berlangsung Selasa (03/09/2024) (masing-masing di SMPN 1 Banda Aceh, SMPN 2 Aceh Besar, sedangkan SMPN 1 Idi dan SMPN 1 Bireuen telah dilaksanakan sebelumnya.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh Drs. Umar Solikhan, M.Hum mengatakan untuk tingkat SMP peningkatan literasi siswa dilaksanakan dengan materi penulisan cerita pendek berbahasa Aceh. Sedangkan bagi SMA pembuatan konten medsos berbahasa Aceh dan penggunaan bahasa ruang publik dan bagi mahasiswa pidato dan pembuatan video bahasa daerah.
“Program dari duta bahasa yang dimiliki balai bahasa provinsi aceh untuk menggerakkan prestasi literasi siswa baik smp, sma dan mahasiswa. Sekaligus perlindungan bahasa daerah,oleh karena itu materi untuk smp ini penulisan cerita pendek berbahasa daerah, jadi ada penigkatan lirerasi daerah dan berkreatifitas dalam bahasa aceh dalam upaya mempertahankannya,” terangnya, Selasa (03/09/2024).
Dia menilai bahasa daerah terutama bahasa Aceh sebagian besar masuk dalam katagori rentan, yakni makin menurun penuturnya. Namun pihak nya berupaya kembali agar secara bertahap bahasa daerah yang merupakan salah satu kekayaan tradisi daerah.
Dari pembekalan ini diharapkan siswa dapat menghasilkan karya cerita pendek yang berkwalitas dengan naskah dalam bahasa Aceh.
Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 1 Banda Aceh Rima Afriani mengapresiasi kegiatan ini. Dia menjelaskan pada kegiatan bersama Balai Bahsa Provisnsi Aceh ini menyasar anggota organisasi Intra Sekolah (OSIS) dan Palang Merah Remaja (PMR), Agar memiliki kemampuan publik speaking, dan menulis dengan berbahasa daerah.
‘Kita menyasar organisasi di sekolah osis dan pmr, karena mereka harus memiliki kemampuan atau skill public speaking, wajib. selain itu di ajarkan agar cinta bahasa daerah. Ini salah satu upaya sekolah dan balai bahasa melatih itu. Mereka juga harus tahu bahasa daerahnya. ini yang kita lihat anak-anak sudah mulai lupa, karena apa , karena tidak kita biasakan” jelas Rima.
Dia mengakui penggunaan bahasa Aceh harus di mulai dari lingkungan keluarga dulu, sehingga generasi muda akan terbiasa menggunakannya dalam keseharian.
Menurutnya SMPN 1 Banda Aceh sendiri pernah selama 3 kali berturut-turut menjadi pelaksana terbaik Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia )UJKBI) Adaptif dan meraih penghargaan dari Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Ristek Republik Indonesia.
Kegiatan Krida Duta Bahasa ini nantinya juga akan dilanjutkan dengan lomba dan pendampingam sesuai tingkatan pendidikan di tingkat Kabupaten/Kota, Para pemenang akan diikutsertakan di tingkat Nasional.(*)












