Habapublik.com, Sabang – Cuaca buruk yang disertai angin kencang di perairan Sabang menyebabkan pasokan ikan ke Pasar Induk Sabang menurun. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga sejumlah jenis ikan karena hasil tangkapan nelayan berkurang.
Pedagang ikan di Pasar Induk Sabang, Jaelani atau Cut Dek, mengatakan cuaca buruk membuat sebagian nelayan, terutama yang biasa melaut pada malam hari, memilih menghentikan aktivitas sementara. Akibatnya, pasokan ikan berukuran kecil yang menjadi kebutuhan masyarakat ikut menurun.
“Kalau yang pergi malam memang terkendala cuaca. Selama angin masih kencang mereka berhenti melaut, sehingga pasokan ikan berkurang. Kalau cuaca sudah stabil baru hasil tangkapan kembali normal,” kata Jaelani, Jumat 7 Agustus 2026.
Berkurangnya pasokan membuat harga beberapa jenis ikan di pasar mengalami kenaikan. Pedagang menyebut kondisi tersebut dipicu terbatasnya stok, sementara permintaan masyarakat masih tetap ada.
Meski demikian, Jaelani mengatakan pedagang tetap berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat dengan memasarkan stok ikan yang masih tersedia. Ia berharap kondisi cuaca segera membaik agar nelayan dapat kembali melaut dan pasokan ikan kembali normal.
“Kami berharap cuaca segera membaik supaya nelayan bisa kembali melaut. Kalau hasil tangkapan sudah normal, pasokan ke pasar juga kembali lancar dan harga ikan bisa stabil lagi,” ujarnya.
Pedagang memperkirakan pasokan ikan masih akan terbatas selama cuaca buruk dan gelombang tinggi masih terjadi di perairan Sabang. Mereka berharap kondisi laut segera kondusif sehingga distribusi ikan ke Pasar Induk Sabang kembali lancar dan harga ikan tidak terus mengalami kenaikan.(*)












