Pererat Hubungan dengan Insan Pers, Plt Sekda Aceh Hadiri Peringatan Maulid Nabi di PWI Aceh

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh di Kantor PWI Aceh, Sabtu (3/10/2026). Foto: Biro Adpim Setda Aceh

Habapublik.com, Banda Aceh – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh di Kantor PWI Aceh, Sabtu (3/10/2026).

Kehadiran Taufik menjadi bagian dari silaturahmi Pemerintah Aceh bersama insan pers dalam momentum peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan organisasi kewartawanan di Aceh.

Taufik menyampaikan bahwa momentum Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai keteladanan, persaudaraan, dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendukung kegiatan tersebut, baik dari internal PWI Aceh maupun organisasi pers, instansi pemerintah dan dunia usaha.

“Terima kasih kepada seluruh kawan-kawan dan instansi yang telah mendukung kegiatan ini. Kebersamaan dan kolaborasi seperti ini yang ingin terus kita jaga,” ujar Nasir.

Sementara itu, Ustaz Masrul Aidi, Lc., MA., yang menjadi penceramah dalam kegiatan tersebut, turut menyoroti pentingnya kepedulian terhadap anak yatim.

Ia mendorong Pemerintah Aceh dan lembaga legislatif mempertimbangkan lahirnya regulasi khusus berupa qanun yang mengatur perlindungan serta pemenuhan hak anak yatim.

“Aceh harus berada di depan dan menjadi pionir dalam menghadirkan perlindungan yang nyata bagi anak yatim,” ujar Masrul Aidi.

Ia menilai perhatian terhadap anak yatim merupakan bagian dari keteladanan Rasulullah SAW yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sosial.

Masrul juga mengapresiasi PWI Aceh yang menjadikan santunan anak yatim sebagai bagian dari peringatan Maulid. Menurutnya, Maulid semestinya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial.

“Sebagai umat Rasulullah yang cinta kepada beliau, kita harus meneladani akhlak Nabi, saling mengasihi antarsesama seperti berbagi kepada yatim piatu. Karena hidup yang baik itu adalah hidup yang bermanfaat buat orang lain,” katanya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan dilakukan santunan anak yatim dan doa bersama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *