Habapublik.com, Takengon – Endang, warga Kampung Delung Sekinel, Kemukiman Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, yang dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Jamat pada Minggu, 11 Oktober 2026. Memasuki hari kedua pencarian, Senin, 12 Oktober 2026, jasad korban belum ditemukan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, mengatakan pencarian korban melibatkan tim SAR, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Namun, hingga pencarian hari kedua berakhir, korban belum ditemukan.
“Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai sepanjang kurang lebih 10 kilometer, mulai dari Kampung Jamat, Kampung Nasuh, hingga titik pertemuan dengan aliran Sungai Kala Ili,” ujarnya.
Menurut Andalika, derasnya arus sungai menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petugas selama proses pencarian. upaya pencarian diperluas hingga ke wilayah Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah.
Berdasarkan kesepakatan antara tim SAR, aparatur kampung, dan keluarga korban, operasi pencarian oleh BPBD dan Basarnas selanjutnya diperluas hingga wilayah Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah, untuk menjangkau aliran sungai yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.
Di tengah upaya pencarian tersebut, keluarga korban telah mengikhlaskan musibah yang terjadi. Pada Senin malam, keluarga bersama masyarakat mulai menggelar doa dan tahlilan di rumah duka. Meski demikian, harapan agar jasad korban segera ditemukan tetap ada.
Sebelumnya, Endang dilaporkan hilang pada Minggu pagi, 11 Oktober 2026, saat hendak menyeberangi Sungai Jamat menuju lokasi pelangsiran getah pinus. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ketika korban bersama seorang warga lainnya hendak menuju lokasi pekerjaan.(*)












