Habapublik.com, Sabang: Kasus hepatitis di Kota Sabang cenderung rendah jika dibandingkan daerah lain di Provinsi Aceh. Meski begitu, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang tetap menghimbau masyarakat untuk menghidari penyebab utama Hepatitis dengan melakukan langkah pencegahan.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang Dr.Edi Suharto melalui Kabid Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan serta Pengendalian Penyakit atau P2P dr. Prisilia Casandra Golda menjelaskan, sepanjang tahun 2023 lalu hanya ditemukan satu kasus hepatitis pada ibu hamil, serta sejak Januari hingga Juli 2024 juga hanya ditemukan satu kasus. Hepatitis adalah infeksi hati yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk virus, konsumsi alkohol yang berlebihan, dan penggunaan obat-obatan tertentu.
“Jadi kalau di Kota Sabang ini sudah dua kali ada kasus posotif Hepatitis, kedua-duanya ibu hamil, tapi alhamdulillah sudah tertangani oleh Dokter di RSUD Sabang. Pasien juga sudah melahirkan, dan alhamdulillah bayi yang dilahirkan tidak terpapar Hepatitis, karena hasil pemeriksaan laboraturiumnya itu Negatif,” ujar Golda, Selasa (30/07/2024).
Hingga saat ini, untuk menjadikan Kota Sabang ini Nol Angka Hepatitis, pihaknya akan gencarkan sosialisasi dan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, mengenai bahayanya hepatitis, gelaja dan cara pencegahannya. Upaya ini tentu tidak dilakukan sendiri, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang juga turut berkolaborasi Bersama Pihak Puskesmas yang ada di seluruh Kota Sabang dan pihak terkait lainnya.
“Selama ini Dinas Kesehatan Kota Sabang sudah turun langsung ke masyarakat, selain memonitoring dan mengevaluasi kasus hepatitits ini, kami juga mensosialisasi dan mengedukasi masyarakat terkait penyakit hepatitis. Setiap kegiatan kita juga Bersama Puskesmas rutin melakukan hal ini, agar terlaksana dengan lancar,” tambahnya.
Pada tahun 2023 lalu, terdata dari sasaran sebanyak 511 orang berasal dari 6 Puskesmas yakni Jaboi, Sukajaya, Cot Bau, Sukakarya, Pria Laot dan Iboih, yang sudah melakukan skrining sebanyak 226 orang. Sementara yang telah melakukan imunisasi Hepatitis Tahap I sebanyak 221 orang dan Tahap II 44 orang.(*)












