Tugu KM 0 Sabang, Lokasi Wisata Penyangga Ekonomi Bagi Warga

Penjual Rujak Khas Aceh di Kilometer 0 Indonesia, Sabang Ety sedang melayani pembeli. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang: Tugu Kilometer Nol Sabang, telah menjadi salah satu destinasi wisata yang penting bagi perekonomian lokal, terutama bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner dan souvenir. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, lokasi ini memberikan dampak positif terhadap ekonomi setempat.

Salah satu penjual Rujak Khas Aceh di Kilometer 0 Indonesia Ety mengatakan, ia membuka lapak di Tugu KM 0 sudah sejak 12 tahun yang lalu, dan saat ini semakin sukses berkembang karena berjualan dilokasi yang sangat strategis, rujak miliknya sudah sangat dikenal baik bagi warga Sabang, wisatawan lokal maupun asing.

Jika akhir pekan mulai dari jum’at hingga minggu ia mendapatkan keuntungan dua kali lipat dari hari biasa hingga Rp.1.500.000 perhari, sementara pada musim liburan Panjang keuntungan yang didapatkan berkali-kali lipat melebihi pada momen akhir pekan mencapai Rp.3juta-4juta/hari.

“Biasanya satu rol ini untuk wadah rujaknya itu ada 50 cup, nah kalau Jumat Sabtu Minggu itu bisa laku sampai 150 cup, tapi kalau hari biasa paling ada 5-25 cup. Pembeli juga mengalami peningkatan signifikan itu kalau hari libur Panjang, rujak khas Aceh yang saya miliki ini bisa terjual sampai 300-400 cup,” ujar Ety, Rabu (31/07/2024).

Sementara itu salah satu pedagang Pakaian dan Souvenir Sabang Ami mengungkapkan, jika hari biasa pengunjung yang datang ke lapak miliknya hanya sekitar 10 orang, sementara jika akhir pekan dan libur Panjang bisa mencapai 50-100 pembeli. Perhari jika dihari biasa hanya mendapatkan keuntungan berkisar Rp.500ribu perhari, dan pada momen akhir pekan dan libur Panjang keuntungan mencapai Rp.1juta-2,5juta perhari.

“Tergantung momen juga, terkadang ramai terkadang sepi, apalagi yang menjual baju Sabang itu sudah ramai. Yang saya jual itu ada asesoris Sabang, baju kaos Sabang, tunik, set waka-waka, cardigan dan baju anak-anak, harga mulai dari Rp. 35ribu-120ribu, tergantung dari jenis dan bahannya,” kata Ami.

Tugu Kilometer Nol di Sabang memainkan peran penting sebagai penopang ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku UMKM di sektor kuliner dan souvenir. Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, lokasi ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Sabang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *