Habapublik.com, Sabang : Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kota Sabang berhasil melaksanakan panen perdana padi gogo varietas Inpago 12 dan Situbagendit di lahan seluas 2 hektar milik Muzakir, seorang petani milenial yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Ie Terjun, Gampong Batee Shoek, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang.
Kepala Bidang Penyuluhan Distanpangan Kota Sabang, Hendri Supriyetno, mengatakan, panen perdana ini merupakan hasil dari program pompanisasi dan dukungan sarana prasarana (sarpras) dari Kementerian Pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi gogo di wilayah Sabang.
Varietas Inpago 12 dan Situbagendit dipilih karena kemampuannya beradaptasi dengan lahan kering serta kualitas hasil panennya yang sangat baik.
“Meski panen dilakukan pada hari ke-105 dan belum mencapai kematangan maksimal, panen ini tetap berhasil dengan 90% bulir padi yang sudah masak. Panen ini dilakukan bertahap, dengan Inpago 12 dipanen hari ini, sementara Situbagendit akan dipanen dalam 5 hari ke depan. Total hasil panen diperkirakan mencapai 2 ton,” ujar Hendri, Senin (30/12/2024).
Selama proses budidaya, petani sempat menghadapi beberapa kendala, seperti tidak turunnya hujan selama dua minggu dan serangan hama walang sangit serta penggerek batang. Namun, berkat pengendalian yang tepat, masalah-masalah tersebut dapat diatasi sehingga hasil panen tetap sesuai harapan.
Acara panen perdana ini turut dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Distanpangan Kota Sabang, Komandan Kodim 0112/Sabang Letkol Kav. Edi Purwanto, Bhabinkamtibmas, dan Babinpotdirga Kota Sabang. Para penyuluh pertanian juga memberikan edukasi langsung kepada petani tentang teknik budidaya padi gogo yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Distanpangan Kota Sabang berharap, program serupa dapat terus dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Sabang.
“Keberhasilan panen ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat petani dalam mendukung program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan swasembada pangan,” tutupnya.(*)










