Rony Widijarto P: Perekonomian Aceh Tahun 2025 Diprediksi Tumbuh Kuat

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Aceh Rony Widijarto P. pada acara Bincang Bareng Media (BBM), Rabu (8/1/2025). Foto/Irwansyah

Habapublik.com, Banda Aceh: Pertumbuhan ekonomi dan Inflasi Aceh 2004-2024 mengalami naik turun, pada tahun 2020 ekonomi Aceh bahkan nasional menurun akibat pandemi Covid 19, kemudian pada 2021 ekonomi perlahan naik hingga 2024 pertumbuhan ekonomi Aceh tumbuh sebesar 4,37-5,17%.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Aceh Rony Widijarto P. kepada wartawan dalam acara Bincang Bareng Media (BBM), Rabu (8/1/2025).

Dijelaskan, Ekonomi Aceh tumbuh pada triwulan III Tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Aceh lebih tinggi dibanding nasional, yaitu 5,17%.

“Event PON XXI Aceh Sumut sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi Aceh, dan terjadi pertumbuhan yang signifikan pada lapangan usaha (LU) Transportasi dan pergudangan, LU Industri Pengolahan, LU pertanian”, ujarnya.

Selain itu Rony menambahkan, kemiskinan di Aceh tertinggi berasal dari desa, yaitu 14,23%, sedangkan kemiskinan Aceh 14,23 %, sementara di kota mencapai 9,6%. Jadi jika ingin menurunkan kemiskinan Aceh, memang harus kita lihat penyumbang terbesar yaitu ada di desa sebesar 16,75%.

“Diperkirakan ekonomi Aceh tumbuh kuat pada tahun 2025 namun tidak setinggi tahun sebelumnya, diperkirakan akan tumbuh 4,12%-4,92%. Prospek ekonomi Aceh akan meningkat akibat Menguatnya kinerja perdagangan, membaiknya kinerja sektor pertanian, terbatasnya PSN, Normalisasi anggaran Pemda”, katanya.

BI Perwakilan Aceh kata Rony, terus melakukan upaya untuk mendukung Pengendalian Inflasi, dilakukan dengan upaya penguatan GNPIP melalui strategi 4K, yautu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Inflasi Aceh masih stabil tahun 2025, diperkirakan masih terkendali kisaran target inflasi nasional 2,30%-2,70%.

Selain itu, BI Perwakilan Aceh terus melakukan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, seperti Hirilisasi pangan, Hirilisasi pariwisata, Digitalisasi Pembayaran, dan Penyelenggaraan Event besar.

“BI Perwakilan Aceh juga memberikan rumpon untuk nelayan di Aceh Barat untuk meningkatkan pendapatan ikan para nelayan.

Desa sekitar pelabuhan perikanan juga dilakukan pelatihan dan pendanaan bagi kelompok usaha kuliner untuk pengolahan ikan”, ujar Rony.

Selain itu, Pengguna QRIS di Aceh per november 2024 telah terdapat 652,642 user. Adapun Event pendukung perluasan QRIS di Aceh yaitu Sabang Marine Festival, Ramadhan Festival, Sambot Muharram Raya, Pekan QRIS Nasional 2024, QRIS PON Aceh Sumut 2024. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *