Habapublik.com, Lhokseumawe: Untuk memastikan kelayakan Hewan Ternak yang akan dikonsumsl, Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DKPPP) Lhokseumawe perketat fungsi pengawasan dan pemeriksaan kesehatan ternak yang akan disembelah pada meugang dan Idul Qurban 1446 H.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Lhokseumawe, Afrizal mengatakan, kepastian tersebut dirincikan DKPP Lhokseumawe rutin mengecek kondisi kesehatan hewan, baik di tempat penampungan maupun milik peternak sendiri.
Penanggulan penyakit hewan strategis di kota lokseumawe termasuk pada ternak, perlu pengawasan terutama yang menular dari hewan kemanusia (zoonosis) pada pemotongan ternak baik ayam, bebek disamping hewan, sapi, kambing, domba juga yang ditularkan dari hewan ke hewan.
Sementara dalam mengantisipasi penyakit menular hewan ternak kata Afrizal pemeriksaan kesehatan ternak juga digalakkan bagi ternak didatangkan dari luar daerah.
“Untuk mencegah penyakit daerah lain masuk ke daerah kita, contoh PMK dan LSD, kita telah mengirimkan surat edaran walikota kepada petani, pedagang, geuchik, agar dapat memeriksa ternak nya di poskeswan,”ujarnya.
Sejauh ini dikatakan Afrizal belum ditemukan penyakit hewan ternak. ”Kami sudah berkerja, dimana pemeriksaan kesehatan merupakan tugas kami sesuai dengan peraturan pemerintah tentang kesehatan, perlu kami pantau adalah penyakit hewan ternak yang bersifat zoonosis penyakit yg ditular dari hewan kemanusian dan kesehatan daging,” ucapnya.
Penanggulan penyakit hewan strategis di kota Lhokseumawe termasuk pada ternak, perlu pengawasan terutama yang menular dari hewan kemanusia (zoonosis) pada pemotongan ternak baik ayam ,bebek itu kita disamping hewan, sapi, kambing, domba juga yang ditularkan dari hewan ke hewan,
“Sesuai hasil pendataan, petugas Keswan di 4 kecamatan sudah terdata sekitar 2486 ekor ternak, terdiri sapi kambing dan domba sehingga nanti akan di keluarkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH),”demikian Afrizal.(*)












