Habapublik.com, Aceh Singkil: Pemuda dan Pemudi Aceh Singkil diimbau untuk menuntut ilmu sampai setinggi mungkin. Hal ini disampaikan Pembina Himpunan Mahasiswa Aceh Singkil (Himasil) Area Lhoksemawe, Prof Arnawan Hasibuan, S.T, M. T, Ph.D, salah satu Profesor kelahiran Aceh Singkil yang saat ini mengabdi sebagai Dosen Teknik Elektro di Universitas Malikulssaleh,
Prof Arnawan mengatakan mengecap pendidikan setinggi mungkin sangat penting karena merupakan investasi untuk masa depan para pemuda. Karena itu ia mengimbau seluruh mahasiswa dan pelajar di Aceh Singkil agar terus semangat dalam menutut ilmu untuk membangun daerah.
“Mari mahasiswa dan pelajar di Aceh Singkil, agar melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan.. Teruslah menuntut ilmu sampai ke jenjang perguruan tinggi,” tuturnya.
Profesor Arnawan Hasibuan, mengatakan pemuda harus memiliki motivasi dalam belajar, meski berasal dari daerah kecil. Dia mengimbau agar pemuda tetap percaya diri untuk bersaing dengan pemuda dari daerah lain.
Jangan pernah berkecil hati meski berasal daerah kecil. Jangan merasa rendah diri untuk bersaing dengan pelajar dan mahasiswa dari daerah lain. Justru jadikanlah itu sebagai motivasi untuk berprestasi, membuktikan bahwa anak Aceh Singkil mampu bersaing di tingkat nasional sampai internasional,” imbuhnya.
Ditegaskannya tidak ada yang mustahil bagi anak daerah asal kita memiliki niat yang kuat, kerja keras, disiplin, dan doa.
“Jika kita punya niat, kerja keras, disiplin dan tekun berdoa, Insya Allah, jalan menuju kesuksesan akan terbuka untuk kita,” tuturnya.
Hal ini terbukti dari kesuskesan Prof Arnawan, yang berasal dari Aceh Singkil namun dapat menempuh pendidikan tinggi, bahkan bisa mengabdi di dunia akademik.
“Saya sebagai anak daerah Aceh Singkil. Saya berasal dari Rimo. Dari daerah kecil ini saya memulai langkah, belajar dengan segala keterbatasan, hingga akhirnya Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk menempuh pendidikan tinggi dan mengabdi di dunia akademik,” pungkasnya.












