Habapublik.com, Banda Aceh – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh akan menggelar kegiatan Road to FESyar 2026 sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi sekaligus memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di Aceh.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 28 April 2026 di Gedung AAC Prof. Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala. Berbagai agenda menarik dan edukatif akan dihadirkan bagi masyarakat, pelaku usaha, hingga akademisi.
Hal tersebut dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provisni Aceh, Agus Chusaini, pada acara bincang Bareng Media (BBM) pada Jumat (17/4/2026).
“Road to FESyar 2026 menjadi momentum strategis dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi syariah di Aceh yang diproyeksikan sebagai salah satu pusat (hub) halal di wilayah Sumatera. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026,” ujarnya.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis. Di antaranya Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Bappenas, Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Dinas Peternakan Aceh, Bank Syariah Indonesia, Bank Aceh Syariah, ISEI Aceh, pondok pesantren, serta UMKM binaan Bank Indonesia.
Kegiatan Road to FESyar 2026 terbagi dalam tiga program utama, yakni Sharia Forum, Sharia Recovery, dan Sharia Competition.
“Pada program Sharia Forum, peserta akan mendapatkan peningkatan literasi ekonomi syariah melalui berbagai seminar dan talkshow, seperti Talkshow Kemandirian Ekonomi Pesantren, Literasi Keuangan Syariah, Bedah Buku, serta Aceh Economic Forum. Selain itu, terdapat pula workshop penting bagi pelaku usaha, seperti bimbingan teknis sertifikasi halal, pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha), serta kelas UMKM untuk meningkatkan inovasi dan kewirausahaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Sharia Recovery menjadi bentuk nyata kontribusi Bank Indonesia dalam pemulihan ekonomi berbasis syariah, di antaranya melalui pengembangan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di lingkungan kampus serta kegiatan sosial Wakafein yang menggabungkan kopi Aceh dengan konsep donasi wakaf.
Adapun Sharia Competition menjadi ajang unjuk bakat dan kreativitas masyarakat Aceh, baik di bidang akademik maupun seni. Berbagai lomba akan digelar, seperti Cerdas Cermat Ekonomi Syariah menuju Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional, lomba nasyid, da’i cilik, dakwah ekonomi syariah, lomba konten digital, hingga lomba mewarnai.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap dapat meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi syariah, memperkuat daya saing UMKM halal, memperluas akses pasar produk halal Aceh, serta membangun ekosistem halal yang terintegrasi dan berkelanjutan. (*)












