Habapublik.com, Sabang: Sejak beberapa hari terakhir sampah kiriman yang dibawa arus gelombang laut kembali muncul dengan jumlah banyak di kawasan teluk Sabang. Sampah kiriman berupa campuran organik dan anorganik, yang didominasi oleh sampah plastik khususnya bungkus makanan dan minuman.
Kepala DLHK Kota Sabang Faisal, S.T., MTP melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Kebersihan dan Pertamanan Muhammad Hendrik Friasayani, S.T, M.T. mengatakan, untuk menangani hal tersebut, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Sabang turun langsung melakukan aksi bersih sampah, yang dipusatkan di kawasan tugu merah putih. Hal ini jika tidak segera ditangani, tentunya akan berdampak bagi biota laut serta mengganggu kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Sabang.
Menurutnya, proses pembersihan sampah laut dilakukan pihaknya tergantung dari kondisi cuaca di Kota Sabang. Saat memasuki musim barat, sampah kiriman akan menutupi permukaan laut disepanjang teluk Sabang, namun jika musim timur akan terjadi seperti dikawasan teluk Balohan Sabang.
“Memang sampah ini bukan murni dari Sabang, ada sampah dari luar yang sudah lama dilautan lepas, ketika angin barat terbawa ke teluk Sabang, sehingga sampah terkumpul. Kami dari DLHK menurunkan tim untuk membersihkan sampah dari pagi kita mulai, dan dilanjutkan hingga sore sampai sampah ini benar-benar bersih,” ujar Hendrik, Kamis (30/5/2024).
Dalam aksi tersebut pihaknya menurunkan personil sebanyak 20 orang, bergerak mulai pagi hingga sore hari. Namun akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung, maka pembersihan sampah kiriman ini diperkirakan akan selesai dua hingga tiga hari kedepan.
“Jadi kami kerjakan secara bertahap, ada petugas mobil, ada petugas angkut dari laut ke mobil, petugas yang langsung turun ke laut. Namun kendala yang kita hadapi ombak yang terlalu besar sehingga kalau kita menggunakan bot agak sulit untuk mengambil sampah, jadi kita tunggu saat ombak mulai mereda, dan dibantu juga sampah kami ambil dari pinggir lokasi teluk Sabang,” tambahnya.
Hendrik berharap, dalam penanganan sampah kiriman ini tidak hanya mengandalkan dan melibatkan pihak Pemerintah setempat, namun juga diperlukan partisipasi dan keterlibatan seluruh pihak dalam mendukung kegiatan bersih pantai dan laut.(*)












