Habapublik.com, Sabang : Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang mencatat pecapaian luar biasa dalam penurunan angka stunting pada tahun 2023. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia yang digelar oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka stunting di Kota Sabang mengalami penurunan signifikan, terhitung sejak 2023 hingga April 2024 angka stunting di Kota Sabang 9,4% atau 286 anak, dari sebelumnya pada tahun 2022 lalu berada pada angka 13,96 %.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang dr. Edi Suharto melalui Kepala Bidang Kesehatan masyarakat dan pencegahan serta pengendalian penyakit atau P2P Dr. Prisilia Casandra Golda mengatakan, penurunan tersebut merupakan hasil kerja keras Pemerintah Kota Sabang, serta merupakan bukti keseriusan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bersama pihak-pihak terkait.
“Jadi menurunnya itu lumayan banyak, awalnya 13,96 % saat ini menjadi 9,4%. InsyaAllah dengan tim puskesmas yang sudah berjalan edukasi nya, kelas ibu hamil, PMT, yang sudah berjalan sayaha harap bisa lebih mempercepat lagi penurunan angka stunting di Sabang,” ujar Golda, Selasa (11/6/2024).
Pemerintah Kota Sabang hingga saat ini berupaya keras dalam menurunkan prevalensi stunting di Kota Sabang, salah satunya dengan mengoptimalkan dan mengefektifkan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Serta pada Juni 2024 ini pihaknya gencar melakukan Gerakan intervensi serentak pencegahan stunting, tujuannya untuk memastikan para catin dan orang tua mendapatkan edukasi, serta memastikan pada saat posyandu alat yang digunakan sesuai standar.
“Gerakan serentak seluruh Kabupaten di Aceh di bidang intervensi spesifik untuk percepatan penurunan stunting di 38 posyandu secara serentak, tapi pada pelaksanaannya tetap ditanggal posyandu yang sudah terdata setiap bulannya. Yang sudah berjalan itu ada di KBB, Balohan, Cot Ba’u dan Posyandu Lanal, semua daerah itu sudah ada jadwalnya, pelaksanaan dimulai dari 5-20 Juni 2024,” tambahnya.
Golda berharap, dengan adanya edukasi kepada para orang tua dan maksimalnya pelayanan posyandu di Kota Sabang melalui Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting, dapat terus menurunkan angka stunting di Kota Sabang.(*)












