Habapublik.com, Aceh Utara: Sebagai bentuk edukasi dan upaya pencegahan menjaga kerusakan kawasan hutan, LSM Bytra berikan pendampingan dan pelatihan penyusunan dokumen rencana bersama Business Plan Madu Kelulut melibatkan kaum perempuan.
Pelatihan tersebut dikatakan Manager Program – LSM BYTRA Rahmad Abubakar, adalah program Budidaya Madu Madu Kelulut untuk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) SRIKANDI Gampong Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pasee, Aceh Utara.
KUPS SRIKANDI ini terdiri 25 orang Perempuan, kelompok ini sudah dibentuk dipertengahan bulan Februari lalu, setelah melewati serangkaian pelatihan mulai dari Teknik budidaya, produksi hingga tatacara pemanenan.
”Atas berkat keuletan dan kesabaran anggota KUPS Perempuan dalam merawatnya, hari ini sudah tampak hasilnya, sebagian besar sudah bisa dipanen madunya, “Kata Rahmad, Selasa, 20/08/2024).
Sementara untuk membangun sistem dan menjamin keberlanjutannya, budidaya Madu Kelulut tersebut, didukungan program _Sustainable Environmental Governance Across Regions_ (USAID SEGAR) LSM BYTRA menyerahkan 75 Rumoh Linoet (setup madu-red), ditempatkan pada rumah masing-masing anggota yang dilengkapi peralatan perlahan.
”Penyerahan alat dan perlengkapan pemanenan Madu Kelulut untuk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) SRIKANDI Gampong Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pasee, Aceh Utara, Selasa (20/08/2024),
Adapun perlengkapan untuk pemanenan yang standar. Alat dan bahan yang terdiri dari:
1. 25 Mesin penyedot elektrik;
2. 25 Topi pelindung (APD);
3. 25 Wadah penyimpan;
4. 300 Botol kemasan, dan
5. 25 Tas yang dilapisi _aluminium foil._
Semua alat tersebut diharapkan menjadi penunjang dalam melalukan pemanenan dan perlakukan penyimpanan sesuai standar, sehingga kemurnian madu tetap terjaga.(*)












