Harga Emas di Sabang Turun Jadi Rp 4.350.000 Permayam

Harga emas di Kota Sabang saat ini di angka Rp 4.350.000 per mayam (seukuran 3,3 gram). Tampak warga Kota Sabang sedang menjual emas di salah satu toko di Sabang. Foto/Difa.

*Warga Banyak Menjual daripada Membeli

Habapublik.com, Sabang : Harga emas di Kota Sabang saat ini berada di angka Rp 4.350.000 per mayam (seukuran 3,3 gram). Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dari sebelumnya yang sempat menyentuh harga Rp 4.600.000. Namun, penurunan harga ini tidak serta merta membuat masyarakat berbondong – bondong membeli emas.

Berdasarkan pantauan wartawan habapublik.com di lapangan, justru lebih banyak masyarakat yang menjual emas dibandingkan membeli. Hal ini diungkapkan oleh Zulfikar, salah seorang pedagang emas di Sabang.

“Banyak masyarakat yang menjual emas karena membutuhkan biaya untuk keperluan penting, seperti mempersiapkan perjalanan sanak keluarga yang akan mengikuti Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS di Banda Aceh. Biaya perjalanan, penginapan, dan kebutuhan lainnya membuat mereka memilih menjual emas yang dimiliki,” jelas Zulfikar.

Fenomena ini dinilai wajar mengingat emas sering kali menjadi aset likuid yang mudah dicairkan dalam situasi mendesak. Meskipun harga emas turun, masyarakat tetap memanfaatkannya sebagai solusi keuangan jangka pendek.

Namun, tidak semua warga datang untuk menjual emas. Beberapa justru memanfaatkan penurunan harga ini untuk membeli emas sebagai investasi. Salah satu warga, Fitriyani, mengaku bersyukur atas penurunan harga emas meskipun nilainya masih tergolong mahal.

“Walaupun masih cukup tinggi, penurunan ini adalah kabar baik. Artinya, ada perbaikan nilai rupiah terhadap dolar. Semoga ke depannya harga emas bisa terus turun,” ujarnya.

Fitriyani mengungkapkan bahwa dirinya membeli emas karena melihatnya sebagai peluang investasi yang menguntungkan. “Saya ada rezeki lebih, jadi saya belikan emas untuk investasi jangka panjang. Daripada uang hanya disimpan dan tergerus inflasi, lebih baik beli emas karena lebih stabil nilainya,” tambahnya.

Penurunan harga emas biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin menambah koleksi investasi mereka. Namun, kebutuhan ekonomi yang mendesak juga menyebabkan emas tetap menjadi solusi utama bagi sebagian masyarakat. Zulfikar berharap situasi ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik penjual maupun pembeli.

“Bagi yang menjual, ini bisa membantu kebutuhan mendesak. Sedangkan bagi pembeli, ini adalah kesempatan bagus untuk berinvestasi, apalagi harga emas masih berpotensi untuk naik di masa depan,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *