Habapublik.com, Meureudu: Warga Kemukiman Beuracan mendatangi Kantor PLN ULP Meureudu, Pijay, untuk menyampaikan tuntutan terkait penyaluran arus listrik yang dinilai belum merata dan adil di wilayah mereka.
Kedatangan mereka pada Senin (15/12/2025) sekira pukul 20.20 WIB di Kantor PLN Rayon Meureudu, yang berada di Gampong Kuta Trieng, Kecamatan setempat, untuk meminta kejelasan mengenai seringnya padam listrik.
Menurut warga, seringnya pemadaman listrik di wilayah mereka berefek pada aktivitas rumah tangga dan juga usaha. Kondisi ini katanya sangat sering terjadi dan tanpa solusi yang dirasakan secara nyata, meski sering disampaikan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala PLN ULP Meureudu, Rahadi Bakhari Hasibuan, mendengar dan menerima aspirasi warga sekaligus melakukan dialog langsung untuk mendengarkan keluhan serta masukan yang disampaikan.
Ia menjelaskan, padamnya listrik sebelumnya disebabkan oleh kendala sistem pada pembangkit listrik di Arun dan Nagan Raya. Walau begitu, normalisasi penuh masih bergantung pada kondisi pembangkit di luar wilayah Meureudu.
“Dan kondisi ini bukan disebabkan oleh musibah banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya,” jelasnya, seraya menambahkan pemadaman bergilir akan dievaluasi kembali agar lebih berkeadilan bagi mereka.
Selain itu, Rahadi Bakhari juga menyebutkan, bahwa sekitar 90 persen wilayah Kabupaten Pidie Jaya masih dalam kondisi normal, walaupun ditenggarai keterbatasan personel PLN akibat tidak adanya bantuan tenaga dari pusat.
Kedatangan kerumunan warga dimaksud turut mendapat pengamanan ketat dari jajaran personel Polres Pidie Jaya, yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Ahmad Faisal Pasaribu.
Kapolres mengatakan pengamanan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung dengan tertib, dan kondusif. “Hal ini untuk menghindari potensi gangguan keamanan,” pungkasnya.(*)










