Habapublik.com, Blangkejeren – Akses jalan menuju Kampung Seneren kecamatan pantan cuaca Gayo Lues di sekitar jembatan gantung dan Arul Nangka hingga kini belum dapat dilalui kendaraan roda empat, bahkan roda dua pun sulit melintas, meski bencana telah berlalu sekitar dua bulan lalu.
Kondisi demikian memicu kekecewaan warga yang menilai penanganan infrastruktur berjalan lambat dan tidak menunjukkan progres nyata di lapangan.
Berdasarkan keterangan warga, ruas jalan yang sebelumnya sudah pernah di perbaiki Alat berat sudah dapat dilewati kendaraan kini justru terputus akibat longsor di badan jalan yang berbatasan langsung dengan aliran sungai.
Lereng yang amblas membuat jalur menyempit dan berbahaya, dengan permukaan tanah labil serta bekas runtuhan yang belum ditangani serius.
“Sekarang tidak bisa dilalui mobil. Motor biasa pun susah, hanya motor trail yang berani lewat. Padahal sebelumnya sudah bisa dilewati kendaraan. Sekarang ini belum terlihat alat berat bekerja di lokasi,” kata Ramli Wibowo kepada media, Selasa (10/2/2026).
Menurut pantauan, kondisi terakhir menunjukkan badan jalan tergerus di sisi tebing, menyisakan jalur tanah sempit dengan bekas runtuhan. Di bawahnya mengalir sungai dengan arus cukup deras — memperbesar risiko longsor susulan jika hujan kembali turun.
Situasi ini bukan sekadar persoalan kenyamanan transportasi, tetapi berdampak langsung pada mobilitas warga, distribusi logistik, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan. Jika keadaan darurat terjadi di kampung tersebut, evakuasi akan sangat sulit dilakukan.
Minimnya kehadiran alat berat dan belum adanya tanda-tanda perbaikan permanen menimbulkan tanda tanya besar terhadap respons instansi terkait instansi mana yang bertanggung jawab langsung — kabupaten, provinsi, atau balai jalan?.
Berapa anggaran yang dialokasikan dan kapan pekerjaan fisik dimulai? Dalam tata kelola kebencanaan dan infrastruktur, prinsip kecepatan respons, transparansi, dan akuntabilitas seharusnya menjadi standar.
Keterlambatan tanpa penjelasan terbuka berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat. Warga berharap pemerintah tidak menunggu kondisi makin parah atau korban baru bertindak.
Perbaikan darurat minimal — seperti penahan tebing sementara, penimbunan, dan pembukaan jalur aman — dinilai sudah mendesak untuk segera dilakukan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi teknis terkait jadwal perbaikan maupun pengerahan alat berat ke lokasi. Masyarakat menunggu, sementara akses tetap terputus.(*)












