Daerah  

Warga Keluhkan Jalan Berlubang di Desa One-One, PUPR Aceh Tengah Minta Provinsi untuk Perbaikan

Kondisi Jalan Desa One-One, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, berlubang yang telah berlangsung lebih dari satu tahun dan semakin melebar setelah bencana alam November 2025. Foto: Riyan

Habapublik.com, Takengon – Warga Desa One-One, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, mengeluhkan kondisi jalan berlubang yang telah berlangsung lebih dari satu tahun dan semakin melebar setelah bencana alam November 2025.

Salah seorang warga, Huriyah, mengatakan kerusakan jalan tersebut telah terjadi sebelum bencana. Namun, kondisi jalan semakin parah setelah saluran air di sekitar lokasi tersumbat.

“Jalan berlubang sudah dari sebelum bencana, namun tidak selebar ini. Setelah bencana, saluran air tersumbat dan sampai sekarang membuat jalan semakin lebar lubangnya,” ujar Huriyah Rabu (23/9/2026).

Huriyah berharap pemerintah segera melakukan penanganan terhadap kerusakan jalan tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan pengguna jalan.

Ia juga meminta perhatian pemerintah terhadap sejumlah titik jalan lainnya yang mengalami kerusakan di kawasan Desa One-One.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tengah, Pijas Visara, mengatakan ruas jalan di Desa One-One merupakan bagian dari jalan provinsi yang menghubungkan Takengon-Bintang.

Menurut Pijas, Dinas PUPR Aceh Tengah telah berkomunikasi dengan pihak pemerintah provinsi terkait kerusakan jalan tersebut.

“Terkait jalan rusak di One-One, itu ruas jalan provinsi Takengon-Bintang. Namun, kita sudah berkomunikasi dengan pihak provinsi dan memohon agar jalan rusak tersebut segera dilakukan perbaikan, karena ada anggaran tahun 2026 untuk perbaikan ruas jalan tersebut,” kata Pijas.

Pijas berharap rencana perbaikan dapat segera direalisasikan sehingga kondisi jalan dapat ditangani dan mendukung kenyamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat, termasuk pengguna jalan di kawasan One-One yang dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner dan pariwisata di Aceh Tengah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *