Habapublik.com, Takengon – Warga Kabupaten Aceh Tengah mengeluhkan harga gas LPG bersubsidi ukuran tiga kilogram yang dinilai masih tinggi. Harga di tingkat pangkalan disebut mencapai Rp28 ribu per tabung, sementara di tingkat pengecer capai hingga Rp35 ribu.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mempertanyakan harga jual LPG bersubsidi tersebut. Menurutnya, masyarakat selama ini membeli gas melon di sejumlah pangkalan dengan harga sekitar Rp28 ribu per tabung.
Warga berharap pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap distribusi dan harga LPG bersubsidi, termasuk memeriksa pangkalan yang diduga menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). “Kalau kebagian di pangkalan, kalau nggak, terpaksa beli yang di kede biasa,” kata warga, Selasa (13/10/2026).
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, Khairmansyah, S.IP., M.Sc., dikonfirmasi menyampaikan dirinya sedang mengikuti agenda bersama DPR dan menyarankan agar konfirmasi dilakukan kepada Dinas Perdagangan Aceh Tengah. Namun, upaya konfirmasi kepada dinas tersebut melalui sambungan telepon belum memperoleh tanggapan.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Aceh Tengah, Abrar Gunawan, menjelaskan bahwa penyesuaian harga LPG per 18 April 2026 hanya berlaku untuk produk nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram, 12 kilogram, dan 50 kilogram.
Ia menyebutkan, harga LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram naik dari Rp103 ribu menjadi Rp120 ribu per tabung. Sementara itu, LPG ukuran 12 kilogram mengalami kenaikan Rp36 ribu, sedangkan LPG ukuran 50 kilogram juga mengalami penyesuaian harga.
Abrar menegaskan, LPG bersubsidi ukuran tiga kilogram tidak mengalami kenaikan harga. Adapun HET yang berlaku di Aceh Tengah, menurut keterangannya, berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp23 ribu per tabung.(*)












