Habapublik.com, Sabang : Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kota Sabang melaksanakan Gerakan Aksi Tanam Hijaukan Nanggroe Aceh (Tahiroe Aceh) sebagai bagian dari upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan di daerah tersebut.
Kegiatan ini dilakukan sesuai arahan langsung dari Gubernur Aceh dan Penjabat (Pj.) Wali Kota Sabang, yang menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam aksi penghijauan ini, Distanpangan Kota Sabang melakukan penanaman berbagai jenis tanaman produktif di beberapa wilayah di Gampong Kota Sabang. Sebanyak 50 batang pohon pinang, 50 batang cengkeh, dan 50 batang alpukat Sabang ditanam sebagai langkah awal program ini.
Tanaman-tanaman ini dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus dapat membantu memperbaiki kualitas lingkungan di kawasan tersebut.
“Gerakan Tahiroe Aceh ini tidak hanya bertujuan untuk memperindah lingkungan, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat. Kami berharap tanaman ini dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Sabang,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fachri, S.E, M.AP, Rabu (25/12/2024).
Sebagai langkah lanjutan, Distanpangan Sabang juga merencanakan penanaman 1.000 batang kakao di wilayah Kota Sabang. Tanaman kakao diharapkan dapat menjadi salah satu komoditas unggulan yang memperkuat perekonomian lokal sekaligus mendukung misi penghijauan.
Program ini juga mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama untuk melestarikan lingkungan. “Ini adalah upaya kolektif. Kami mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga warga, untuk bersama-sama menjaga alam kita,” tambahnya.
Gerakan Tahiroe Aceh diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Aceh untuk menggalakkan penghijauan demi masa depan Nanggroe Aceh yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan.(*)












