Habapublik.com, Banda Aceh – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh menggelar kegiatan Coffee Morning dan Halal Bihalal bersama insan pers di Sebuah Warkop Kawasan Pango Raya, Banda Aceh, Senin (30/3/2026).
Kegiatan yang dipandu oleh Sekretaris DPW PKB Aceh Tanfidz, Tgk Mujlisal, S.Ag., M.H dihadiri oleh Ketua Dewan Syuro PKB Aceh, Tgk H Muniruddin M Diah atau dikenal Waled Kiran, Ketua DPW PKB Aceh, H Ruslan M Daud atau akrab disapa HRD, para anggota DPR Aceh dari Fraksi PKB, Anggota DPRK, para pengurus DPW PKB Aceh dan insan pers dari berbagai media.
Ketua DPW PKB Aceh, H Ruslan M Daud, SE, MAP yang akrab disapa HRD menyampaikan pihaknya selalu siap bermitra dengan insan pers atau wartawan karena wartawan mampu menjembatani menghadirkan kesejukan, ketentraman dan kenyamanan dalam masyarakat.
HRD juga menyinggung label Aceh sebagai provinsi termiskin di Sumatera. Hal itu belum tentu benar karena terbukti orang Aceh kaya-kaya sebagai contoh banyak rumah ada kendaraan roda empat dan roda dua. Begitu juga di pusat berbelanjaan dan warung-warung dipenuhi banyak orang.
“Menurut saya, Aceh bukan miskin harta tapi cuma miskin dalam data, Potensi daerah kita besar dan harus kita kelola bersama-sama untuk kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujarnya yang disambut tepuk tangan para insan pers yang hadir.
Dalam kesempatan itu HRD juga menyinggung tentang dirinya sudah mendapat kepercayaan dari pimpinan pusat untuk memimpin DPW PKB Aceh adalah sebuah amanah besar yang perlu kerjasama dan dukungan dari semua pihak termasuk dukungan dari insan pers dari berbagai media.
HRD yang juga anggota Komisi V DPR RI itu menegaskan komitmen PKB Aceh untuk terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak, termasuk dari insan pers. “Kami tidak alergi kritik, justru kritik adalah kunci perbaikan dan kesuksesan PKB Aceh ke depan,” ucapnya.
Sebelumnya Sekretaris DPW PKB Aceh, Tgk Mujlisal, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para insan pers yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam acara halal bihalal di sela-sela kesibukan lainnnya.
Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin antara PKB dan insan pers dapat terus terawat dan berkembang, terutama dalam mendukung kerja-kerja pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Mujlisal, insan pers memiliki peran penting dalam kehidupan berdemokrasi, tidak hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga sebagai pengontrol ruang publik.
“Dalam perspektif agama, pekerjaan insan pers ini merupakan sesuatu yang penting, bahkan dapat dimaknai sebagai kewajiban. Perintah untuk bertabayun menjadi domain kawan-kawan insan pers,” pungkasnya.(*)












