Car Free Day di Banda Aceh Gaungkan Hari Toilet se-Dunia

Hari Bebas Kendaraan (Car Free Day) di Banda Aceh yang dirangkai dengan peringatan Hari Toilet sedunia diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada juara aneka lomba, di ruas jalan simpang lima Banda Aceh, Minggu (29/12/2024). Foto/Mahfud.

Habapublik.com, Banda Aceh : Hari Bebas Kendaraan (Car Free Day) di Banda Aceh pada akhir tahun ini di rangkai dengan peringatan Hari Toilet sedunia. Aneka Kegiatan di gelar di ruas jalan simpang lima Banda Aceh, Minggu (29/12/2024)

Kegiatan yang di mulai pukul 07.00 Wib itu diawali dengan senam berbaris dan jantung sehat. Kemudian thalkshow Kesadaran Sanitasi yang di gelar di panggung mini pada ruas jalan jalan Teungku Daud Bereueh. Kegiatan car free day pada akhir tahun ini di rangkai dengan peringatan puncak hari Toilet Internasional (World Toilet Day) yang jatuh pada 19 November.

Menurut Koordinator Pelaksana Car free Day Jalaluddin dalam kegiatan kali ini pihaknya ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang pentingnya mengelola air limbah di masing-masing rumah tangga.

“Untuk jangka pendek salah satunya adalah melalui septic tank masing-masing rumah dengan penyedotan berkala yakni 2 tahun sekali. Ini yang disosialisasikan. Pemerintah Kota juga akan menerbitkan peraturan penyedotan tinja berkala. minimal 2 tahun sekali. kita sediakan armada untuk penyedotan. tinggal menghubungi kami. Saat ini qanun limbah donmestik sendiri sudah menjadi lembar daerah,”terangnya, Minggu (29/12/2024).

Jalaluddin yang juga Staf Ahli Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Setda Kota Banda Aceh itu juga menambahkan Kota Banda Aceh sendiri sudah punya rencana jangka panjang dengan sistim pengelolaan limbah logistik terpusat lewat pipanisasi ke rumah-rumah. program ini terdiri 4 zona, Saat ini zona II (Kampung Jawa) sudah rampung.

Dia berharap warga Kota Banda Aceh dapat mendukung upaya sanitasi lingkungan terutama program jangka pendek pola “sedot tinja terjadwal” yang di laksanakan.

Sementara itu diminta tanggapan nya mengenai program sanitasi di Banda Aceh, Walikota terpilih Illiza Sa’aduddin Jamal menerangkan Banda Aceh merupakan salah satu kota yang sudah bebas dari jamban yang tidak layak, Namun pengelolaan air limbah cair di rumah tangga harus menjadi komitmen semua, termasuk ASN.

“Kota Banda Aceh merupakan salah satu kota yang bebas jamban tidak aman, tapi ini bukan berarti bebas air tanah yang sehat, hari ini kita berkomitmen bersama, dimulai dari ASN, yang berkomitmen melakukan sedot tinja berkala di rumahnya. Karena air tanah itu berpengaruh terhadap berbagai macam penyakit kalau buruk. Insya Allah program septic tank komunal itu dapat terhubungkan juga kedepannya;” ujarnya.

Dia berharap Kesadaran masyarakat dengan penyedotan tinja di rumah tangga dapat mengurangi pencemaran air tanah. Hingga 20 tahun kedepan rencana pengelolaan sanitasi lingkungan ini di harapkan rampung.

Selain itu ditegaskan Pemerintah Kota Banda Aceh dan UNICEF serta Lembaga Non Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga sanitasi yang baik, termasuk masuk ke Sekolah-sekolah.

Dalam kegiatan itu turut di berikan penghargaan kepada juara Lomba video, Lomba Poster, Lomba Penulisan Essay, Dan lomba Mewarnai. Selain itu juga pemberian Penghargaan kepada sejumlah Usaha dalam pengelolaan sanitasi yang baik di Banda Aceh.

Turut Hadir pada kegiatan itu Almunizal Kamal selaku Pj. Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal S.E selaku Wali Kota terpilih 2025-2029, Kepala Bappeda Banda Aceh Rosdi. T. Novizal Ayub Direktur Perumdam Tirta Daroy dan Saiful Musadir selaku Perwakilan BSI Regional Office.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *