Habapublik.com, Takengon – Pasca Iduladha 1447 Hijriah, denyut pasar tradisional di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, kembali terasa berbeda. Suasana ramai pembeli yang biasanya memenuhi lapak pedagang kini diwarnai cerita fluktuasi harga bahan pokok yang mencuri perhatian masyarakat.
Di antara deretan komoditas, data dari Dinas Perdagangan Aceh Tengah menunjukan bahwa tomat lokal menjadi sorotan. Buah merah yang akrab di dapur rumah tangga ini merosot tajam dari Rp20.000 menjadi Rp15.000 per kilogram. Penurunan sebesar 25 persen membuat para ibu rumah tangga tersenyum lega, meski bagi petani tomat kondisi ini menjadi tantangan baru.
Tak hanya tomat, jeruk nipis juga mengalami nasib serupa. Buah kecil yang sering jadi pelengkap masakan dan minuman segar ini jatuh harga dari Rp23.000 menjadi Rp16.000 per kilogram, turun hingga 30,43 persen. “Harga turun drastis, pembeli senang, tapi kami pedagang harus pintar mengatur stok,” ujar salah seorang penjual di Pasar Paya Ilang, Selasa (2/6/2026).
Di sisi lain, komoditas lain justru menunjukkan tren berbeda. Cabe caplak melonjak dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, naik 33,33 persen. Kopi arabika biji kering pun ikut melesat dari Rp115.000 menjadi Rp145.000 per kilogram, mencatat kenaikan 26,09 persen.
Sementara itu, ayam kampung yang sempat tinggi harganya menjelang Iduladha kini turun drastis dari Rp150.000 menjadi Rp100.000 per ekor. Daging kerbau juga terkoreksi dari Rp180.000 menjadi Rp160.000 per kilogram.(*)












