Daerah  

Hadiri Launching KBN, Pj Bupati Pijay Semangati dengan Pantun

Launching atau Peluncuran Kampung Bebas Narkoba (KBN), Gampong Mesjid Tuha, Kecamatan Meuredu, Kabupaten Pijay, yang dipusatkan di Komplek Dayah Al-hijrah. (Foto/Humas Pemkab Pijay.

Habapublik.com, Meureudu: Pj Bupati Pidie Jaya, T Ahmad Dadek turut hadir untuk mendukung kegiatan Launching Kampung Bebas Narkoba (KBN) yang digelar oleh Polres Pijay pada Senin (30/12/2024), dipusatkan di Komplek Dayah Al-hijrah, Gampong Mesjid Tuha, Meuredu, Kabupaten setempat.

Selain memberantas penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya, diketahui program Kampung Bebas Narkoba (KBN) digaungkan Polri ini sebagai langkah menyelamatkan generasi penerus bangsa, ditengah fenomena penyalahgunaan narkoba yang saat ini sudah sangat meresahkan.

Acara ini juga digelar sebagai indikasi komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, khususnya polres Pidie Jaya, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman dari ancaman narkoba.

Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Bupati Pijay Ahmad Dadek menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang diambil masyarakat Gp. Mesjid Tuha bersama Polres setempat.

Ia katakan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat serta pihak terkait lainnya menjadi kunci penting dalam memerangi penyalahgunaan barang haram tersebut.

“Kami atas nama Pemkab Pijay sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan Launching KBN di Gp. Mesjid tuha. Tentunya kita semua berharap, Mesjid Tuha ini menjadi contoh bagi gampong-gampong di Kabupaten Pidie Jaya,” ucap Ahmad Dadek.

Ditujunya gampong mesjid Tuha ini tambah Dadek, merupakan amanah, tantangan dan tanggung jawab Keushik, tokoh pemuda, termasuk semua masyarakat di gampong dimaksud.

Diawali dengan ikhtiar yang tulus serta dibarengi kerja keras gampong ini bisa dipertahankan statusnya sebagai gampong bebas narkoba.

Untuk diketahui, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda kian meningkat, termasuk di Kabupaten Pidie Jaya. Hal ini dapat diketahui dari tersebarnya di mensos.

Dimana, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan, politikus, pejabat, pegawai, bahkan aparat keamanan juga bisa terjerumus dalam lembah narkoba.

“Oleh karena itu, guna mengatasi ini semua tentunya kita harus bersinergi, tidak cukup hanya Pemerintah dan polisi serta pihak keamanan saja yang bergerak dalam penanganannya,” sambungnya.

“Akan tetapi semua pihak harus bersatu, baik itu orang tua, sekolah, perguruan tinggi, masyarakat, ormas serta lembaga, dan yang terpenting adalah pemuda itu sendiri,” pungkas Dadek.

Di penghujung sambutan Kepala Bappeda Aceh itu mengakhiri dengan menyelipkan sebuah pantun sebagai penyemangat, dengan berbunyi:

“Layang-layang terbang melayang,

Putus jatuh ke tengah rimba.

Jangan biarkan badan terbuang,

Karena menjadi korban narkoba.

 

“Jalan-jalan ke kota Doha,

Singgah di restoran steak domba.

Mari semangat masyarakat Gp. Masjid Tuha,

Berjuang kita memberantas narkoba” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *