Habapublik.com, Banda Aceh : Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam hal ini Kodim 0101 Banda Aceh pastikan keamanan pangan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini sudah ada 2 dapur sehat di wilayah itu.
Kodim 0101/KBA Banda Aceh komit untuk menjaga kestabilan distribusi program Makanan Begizi Gratis yang terus bergulir di wilayah itu. Saat ini sudah ada 2 dapur sehat yang beroperasi.
Penambahan 1 dapur sehat di lakukan di wilayah Kecamatan Syiah Kuala. Sebelumnya dapur sehat sudah di kelola oleh Yayasan Nasabe Pangan Bergizi bertempat Gampong Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng.
Perwira Seksi Teritorial Komando Distrik Militer (Kodim) 0101/KBA Mayor (inf) Sumastono mengatakan untuk di gampong Lambhuk saat ini melayani sekitar 3485 termasuk ibu hamil dan menyusui, serta pelajar dari tingkatan Paud hingga SMU. Sedangkan dapur sehat di Kawasan Syiah Kuala hanya memfasilitasi 1521 penerima manfaat.
“Pengawasan dari kita tiap hari karena ada Babinkabtibmas di sana yang melekat, dan memberikan laporan rutin bersama bukti dokumentasi foto mereka ke pimpinan, kita selalu bersinergi dengan BP POM, BGN, termasuk Kepala SPPG. Juga rekan-rekan kita di SPPI. Jadi apabila ada kendala kita saling berkomunikasi,” terangnya, Selasa (25/2/2025).
Pasi Teritorial Kodim 0101/KBA Mayoir (inf) Sumastono menambahkan untuk dapur sehat di kawasan Syiah Kuala juga masih di laksanakan bertahap, termasuk ada masukan untuk lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum representative.
Dia berharap kedepan juga akan hadir perwakilan Badan Gizi Nasional (BGZ) yang dapat berkoordinasi langsung dengan SPPG atau dapur sehat yang di bangun. Namun begitu sejaiuh ini dipastikan belum ada kendala berarti dalam hal keamanan pangan yang menjadi bagian pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Banda Aceh.
“Kita berharap segera adanya kantor khusus yang nanti ada perwira baik TNI/Polri berpangkat Pamen yang berkantor di Aceh ini di bawah langsung BGN atau dari personil BGN langsung, juga adanya kesinambungan dan dukungan semua pihak termasuk masyarakat juga harus berfikiran positif, adanya MBG yang bisa meningkakan mutu gizi ank-anak kita apalagi untuk yang kurang mampu sehingga terhindar dari stunting,” lanjut nya.
Dia berharap adanya koordinasi yang lebih baik kedepan, Termasuk dukungan masyarakat yang harus menyadari fungsi MBG bagi pemenuhan gizi anak dan pencegahan stunting, serta ibu hamil.
Lebih jauh lagi dampak ekonomi bagi petani dan UMKM di sekitar lokasi SPPG yang di harapkan akan turut mengambil manfaat dari program yang berjalan.(*)












