Habapublik.com, Lhokseumawe: Pengurus PPTI Aceh Utara dan Lhokseumawe diminta komitmen untuk memerangi Tuberkulosis (TBC) Lewat Edukasi dan Aksi Nyata.
Perihal tersebut disampaikan Ketua PPTI Wilayah Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT, dalam kata sambutannya pada pelantikan Pengurus PPTI Aceh Utara Lhokseumawe di aula Hotel Diana, Sabtu pagi (14/06/2025).
Pelantikan ini menandai komitmen baru dalam upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua PPTI Wilayah Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT, yang turut membacakan Surat Keputusan dan Naskah Pelantikan.
Dalam sambutannya, Dyah Erti menekankan pentingnya sinergi semua elemen dalam pemberantasan TBC yang masih menjadi salah satu penyakit menular mematikan di Indonesia.
“Kehadiran pengurus baru ini diharapkan mampu memperkuat upaya skrining, edukasi, dan penanganan pasien TBC di Aceh Utara dan Lhokseumawe secara lebih terstruktur dan masif,” ujar Dyah.
Ketua PPTI Cabang Aceh Utara, dr. Indra Buana, Sp.P., Onk. T (K), FISR, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepengurusan yang baru siap mendukung program nasional eliminasi TBC. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam menjangkau masyarakat yang rentan terpapar TBC.
Selain melakukan pelantikan pengurus PPTI Aceh Utara Lhokseumawe periode 2024-2029, dirangkai dengan Seminar Kesehatan bertema “Eliminasi Tuberkulosis”, yang diikuti oleh tenaga medis, mahasiswa, dan praktisi kesehatan.
Seminar menghadirkan tiga narasumber kompeten yakni dr. Puspa Rosfadilla, M. Ked (Paru), Sp.P menyampaikan materi TBC: Kenali, Cegah, dan Obati, dr. Dika Amalia, Sp.A membahas A-Z Tuberkulosis Anak dan dr. Nur Fardian, M. Gizi, Sp.GK mengangkat topik Optimalisasi Status Gizi Pasien TB.
Seminar ini dipandu oleh moderator Dr. Fauzi Abubakar, M.Kom.I, dan mendapat sambutan antusias dari para peserta yang hadir.
Ketua Panitia, dr. Hendra Wahyuni, MS., M.Sc., Sp.P, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari rangkaian program kerja PPTI ke depan.
“Kami berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tapi titik tolak untuk gerakan nyata dalam menurunkan angka kasus TBC secara signifikan di wilayah kita,” ujarnya.
Dengan terbentuknya pengurus cabang PPTI yang baru serta dukungan penuh dari wilayah, PPTI Aceh Utara dan Lhokseumawe optimis mampu menjadi garda terdepan dalam pemberantasan tuberkulosis menuju Indonesia bebas TBC tahun 2030.(*)












