Habapublik.com, Sabang : Volume sampah di Kota Sabang mengalami peningkatan signifikan selama masa liburan sekolah. Sampah terbanyak berasal dari kawasan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan luar daerah.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Kebersihan dan Pertamanan DLHK Sabang, Muhammad Hendrik Friasayani, S.T, M.T menjelaskan kondisi tersebut terjadi terutama di wilayah Iboih dan KM0. Pihaknya mengerahkan armada pengangkut dan personel tambahan untuk menangani lonjakan volume sampah.
“Truk pengangkut sampah berukuran enam kubik diturunkan setiap hari ditambah dengan container satu di KM0 satu lagi di Iboih. Selama liburan ini, sampah mencapai dua ton per hari, total sampai hari ini lebih dari 20 ton,” jelas Hendrik, Jumat (11/07/2025).
Sebanyak tujuh personel dikerahkan secara bergilir untuk memastikan lokasi wisata tetap bersih, khususnya pada akhir pekan. Hendrik menambahkan, daerah lain seperti Sabang Fair tetap rutin dibersihkan tanpa peningkatan volume yang signifikan.
Sampah yang telah terkumpul langsung dibawa oleh petugas ke TPA Lhok Batee di Gampot Cot ABeuk. DLHK Sabang terus mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan pakan magot sebagai solusi pengelolaan ramah lingkungan.
“Didominasi sampah plastik, seperti botol minuman, jadi yang memiliki nilai ekonomi juga banyak dimanfaatkan oleh pemulung dan petugas. Sementara sampah organic kita buat untuk pembuatan kompos dan maggot,” tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat dan pengunjung Sabang untuk membuang sampah pada tempat yang disediakan. Edukasi terus diberikan agar kebiasaan membuang sampah sembarangan tidak terulang lagi.(*)












