Pasca Banjir dan Gagal Panen, Stok Bawang Aceh di Sabang Menipis

Stok bawang Aceh di Pasar Induk Sabang semakin menipis akibat banjir yang menyebabkan gagal panen. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang : Stok bawang Aceh di Pasar Induk Sabang semakin menipis akibat banjir yang menyebabkan gagal panen dan merusak banyak hasil bawang. Kondisi ini membuat pasokan terputus dan pedagang hanya mengandalkan stok lama.

Pedagang Pasar Induk Sabang, Rijal, mengatakan bawang lokal sudah beberapa hari tidak masuk.

Ia memastikan bawang yang tersisa di lapak pedagang merupakan stok lama dan jumlahnya pun terbatas.

“Bawang lokal sudah lima hari kosong karena banjir, banyak bawang yang busuk dan tidak bisa dijual. Bawang paking yang masih tersedia dengan harga Rp50.000 per kilogram,” ujar Rijal, Kamis (11/12/2025).

Ia mengatakan, cabai hijau dan cabai rawit juga tidak tersedia karena pasokan terhenti. Kedua komoditas itu sudah beberapa hari tidak masuk pasar.

“Yang masih ada tomat dengan harga Rp16ribu per kilogram dan bawang putih seharga Rp45.000 per kilogram. Harga cabai merah turun dari Rp70.000 menjadi Rp65.000 per kilogram,” tambahnya.

Rijal menjelaskan, bumbu dapur masih dipasok setiap hari meski jumlahnya terbatas, seperti cabai merah yang hanya sekitar 20 kilogram per hari. Ia menduga suplai tersebut datang dari Medan melalui jalur barat.

Menurutnya, banjir menjadi penyebab utama terganggunya distribusi dan terputusnya pasokan bawang. Rijal berharap kondisi segera membaik agar stok komoditas kembali stabil.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *