Sejak 28 November, 480 Tenaga Kesehatan USK Tersebar di Lokasi Terdampak Bencana Banjir Aceh

Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Prof Marwan menyampaikan keterangan Pers tentang update respon kesehatan dan kemanusiaan yang telah dijalankan relawan USK, selama satu bulan pasca banjir Aceh, Jumat (27/12/2025). Foto/Zulnahdi.

Habapublik.com, Banda Aceh: Sebanyak 480 Relawan tenaga kesehatan dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh yang diterjunkan keseluruh Kabupaten dan Kota yang terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh.

Mereka itu terdiri dari 39 orang Dokter Spesialis, 10 Dokter Umum, 130 Perawat, 236 PPDS, 13 Dokter Internship, 30 orang Mahasiswa Kedokteran, 13 petugas lapangan, 6 relawan umum, 2 Apoteker dan satu orang lainnya petugas umum.

“Semua mereka sudah menjalankan misi kemanusiaan bidang kesehatan sejak mulai tanggap darurat musibah banjir diberlakukan,”ungkap Rektor USK, Prof Dr Ir Marwan dalam Konferensi Pers di Ruang Rapat Biro Rektor Kampus tersebut, Jumat (26/12/2025) petang.

Marwan mengatakan, masa tanggap darurat bencana banjir ‘Hidrometeorologi’ yang melanda Provinsi Aceh, Sumbar dan Sumut, tanggal 26 November 2025.

“Aspek pemulihan bidang kesehatan salah satu unsur yang terpenting dan disegerakan dalam upaya mencegah penyakit terhadap warga yang terdampak banjir dan yang sedang dipengungsian, baik penanganan kesehatan secara langsung serta membantu tenaga kesehatan di Rumah Sakit serta Puskesmas,” tukasnya.

Marwan juga menerangkan, para tenaga kesehatan bersama 1.112 relawan umum dan mahasiswa USK membantu penanganan menurut bidang serta keahlian masing-masing sejak dua hari pasca musibah, yakni tersebar pada 10 Kabupaten dan Kota.

“10 Kabupaten dan Kota tersebut yakni, Pidie Jaya, Bireuen, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Tenggara, Bener Meriah dan Gayo Lues,”jelas Rektor.

Ia juga menjelaskan, relawan USK sudah menyediakan 5 Filter air bersih dan 4 titik lokasi sumur bor bagi pengungsi di Pidie Jaya (Pijay) dan Bireuen, serta 477 Sumur berhasil dibersihkan di Bireuen (193) dan Pijay (284).

Selain itu Rektor Marwan yang juga didampingi Ketua tim Satgas dan tim penyaluran donasi bantuan dalam temu media tersebut menjelaskan. relawan USK juga mensurvei 1.258 bangunan rusak, masing-masing 1.026 bangunan di Pijay dan 232 di Bireuen serta 168 jalan rusak untuk sementara difokuskan di Bireuen dan Pijay sebelum bergerak ke Kabupaten/ kota terdampak lainnya.

Pendidikan dan Psilkososial USK yang telah terkumpul donasi/bantuan Rp 2,270 Milyar dan telah tersalurkan Rp 1,385 Milyar untuk korban musibah banjir, diantaranya, 1.260 anak penerima manfaat, 843 paket emergency learning kit, 3.500 paket snack bergizi dan melatih 352 relawan serta guru.

Sedangkan logistik bantuan yang telah tersalurkan 1.167 dus air meneral, 14,3 ton beras, 1.395 kaleng Sarden, 975 Dus mie instan juga 506 pakaian/sarung wanita. Khusus 3.878 mahasiswa USK yang terdampak musibah banjir akan digratiskan UKT (Uang Kuliah Tunggal) serta beasiswa, sebesar masing-masing tingkatan keluarga dan mahasiswa yang terdampak bencana banjir.

Selain itu mahasiswa terdampak banjir diberikan keringanan untuk pendaftaran ulang semester ini, yang seyokyanya bulan Januari, diberi dispensasi hingga bulan Februari 2026.

Prof Marwan juga mengatakan sejak musibah banjir Kuliah diliburkan (secara daring) dan sekarang sedang dalam masa ujian semester, “Rektorat juga mengharapkan prosesnya sedikit dipermudah, terutama bagi mahasiswa yang terdampak,”tuturnya.

Selain itu, 51 Dosen dan Tendik yang terdampak juga mendapat perhatian yang sama dari Rektorat dan Kementrian Pendidikan terkait. “Salah satunya yang sedang study Kuliah program S-3 mendapat bantuan dari Kementrian terkait Rp 25 juta serta yang sedang study kuliah dibawahnya Rp 9 juta,” janji Rektor USK, Prof Marwan diakhir temu media itu,

Ia mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendonasikan bantuan selama ini untuk disalurkan melalui relawan USK kepada warga yang sedang menghadapi bencana banjir. Terimakasih juga kepada pemerintah Aceh, BAPPEDA serta Kementrian terkait, Bapenas dan pihak-pihak lainnya atas kerjasama yang baik selama ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *