Habapublik.com, Sabang – Kota Sabang kembali melakukan panen padi gogo varietas Inpago 13 di Gampong Bateshok, Kecamatan Sukamakmue. Panen ini menjadi bukti keberhasilan pemanfaatan lahan tidur milik masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Sabang, Saifuddin, mengatakan lahan yang dikelola petani di kawasan tersebut memiliki luas sekitar dua hektare. Dari luas itu, satu hektare difokuskan untuk penanaman padi gogo, sementara sisanya ditanami jagung, kacang panjang, dan cabai.
“Lahan ini sebelumnya merupakan lahan tidur milik pribadi masyarakat yang kami minta izin untuk dikelola. Untuk padi gogo luasnya sekitar satu hektare dari total dua hektare lahan yang ada,” ujar Saifuddin, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, pengelolaan lahan dilakukan oleh petani lokal dari Gampong Bateshok secara gotong royong. Hasil panen padi gogo diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan petani, dan ke depan diupayakan dapat diolah menjadi beras agar memberi nilai tambah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakhri, menyampaikan produktivitas padi gogo varietas Inpago 13 cukup menjanjikan. Dari satu hektare lahan, petani mampu memperoleh hasil panen sekitar 2,5 ton gabah.
“Panen ini menunjukkan bahwa varietas Inpago 13 cocok dikembangkan di Sabang. Selain itu, antusiasme petani juga meningkat karena sudah melihat hasil yang nyata,” kata Fakhri.
Ia menambahkan, pengembangan padi gogo di Sabang tidak hanya dilakukan di satu lokasi, tetapi juga tersebar di beberapa wilayah lain. Pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan serta dukungan sarana pertanian guna mendorong peningkatan produksi.
Melalui pemanfaatan lahan tidur dan keterlibatan aktif petani, Pemerintah Kota Sabang berharap produksi padi gogo dapat terus meningkat. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah dan memperkuat kemandirian pangan masyarakat Sabang.(*)












