Pemkab Aceh Tamiang Dorong Kolaborasi Pemuda Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Perdesaan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Tamiang, Syamsul Rizal, menyerahkan ijazah pada acara Wisuda Aceh Mengajar Batch 11 sekaligus Anniversary Aceh Mengajar ke-8 di Aula Setdakab, Minggu (23/8/2026). Foto: Prokopim Pemkab Aceh Tamiang.

Habapublik.com, Aceh Tamiang — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mendorong memperkuat kolaborasi bersama gerakan kepemudaan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas pendidikan hingga ke kawasan perdesaan. Langkah ini dinilai strategis dalam mencerdaskan masyarakat sekaligus mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di daerah pelosok.

Dukungan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Tamiang, Syamsul Rizal, saat mewakili Bupati Aceh Tamiang pada acara Wisuda Aceh Mengajar Batch 11 sekaligus Anniversary Aceh Mengajar ke-8 di Aula Setdakab, Minggu (23/8/2026).

Membacakan sambutan Bupati, Syamsul mengapresiasi kontribusi nyata para pemuda yang tergabung dalam gerakan sosial tersebut. Menurutnya, pemikiran dan aksi nyata generasi muda terbukti mampu mengisi ruang-ruang pengabdian di Perdesaan yang membutuhkan sentuhan pendidikan.

“Kalian telah membuktikan bahwa kemajuan pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama. Wisuda hari ini bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan tanda kelulusan kalian dari sebuah ‘universitas kehidupan’ yang nyata,” tegas Syamsul menyampaikan pesan Bupati.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Tamiang, Syamsul Rizal, foto bersama pada acara Wisuda Aceh Mengajar Batch 11 sekaligus Anniversary Aceh Mengajar ke-8 di Aula Setdakab, Minggu (23/8/2026).
Foto: Prokopim Pemkab Aceh Tamiang.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berkomitmen untuk selalu membuka pintu kerja sama bagi setiap gerakan kepemudaan yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM daerah.

Pada angkatan ke-11 ini, sebanyak 13 relawan yang terbagi dalam empat kelompok resmi menyelesaikan masa tugasnya. Mereka sebelumnya diterjunkan untuk mendampingi dan mengajar anak-anak di tiga kampung, yakni Alur Mentawak, Jambo Rambong, dan Rimba Sawang.

Sementara itu, Ketua Pembina Lembaga Aceh Mengajar, Meurah Budiman, menyebut pengabdian para relawan di pedesaan sebagai bentuk inovasi sosial dan amal ibadah yang berdampak langsung pada anak-anak.

Senada dengan itu, Founder dan Ketua Umum Lembaga Aceh Mengajar, Sri Sukma Wulandari, menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan dedikasi berbagi ilmu di berbagai kawasan yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut turut diisi dengan santunan kepada sejumlah warga kampung sasaran serta dihadiri jajaran Asisten, Kepala SKPK terkait, perwakilan Kemenag dan Cabdin Pendidikan Wilayah Aceh Tamiang, unsur akademisi, serta tokoh masyarakat setempat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *