Habapublik.com, Lhokseumawe : Seluruh masyarakat yang ada di desa Ujung Blang Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe ramai-ramai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilih pada pesta Demokrasi Pemilu 2024, Rabu (14/2/2024).
Selain mencoblos menentukan pilihan pada kontestan Presiden Presiden dan Wakil Presiden, warga juga datang ke TPS untuk menentukan pilihan Angota dewan perwakilan Daerah, (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, DPRA dan DPRK.
Dari pantauan Tim Liputan keramaian warga yang keluar rumah menuju TPS juga sempat jalan antar kecamatan terjadi kemacetan, bahkan di lokasi TPS yang berlokasi di gedung sekolah juga tampak hiruk pikuk keramaian warga yang antusias antri menunggu giliran pencoblosan.
Ketua PPS Desa Ujung Blang Muktar, mengatakan, di desa nya terdapat sekitar 3.658 warga yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).
Sementara untuk mengantisipasi antrian yang memanjang dilokasi tersedia sekitar 13 TPS. Masing masing TPS berisikan 4 bilik suara yang dipergunakan warga untuk menetukan pilihan.
Proses pemilihan berjalan aman dan lancar, warga sangat antusias menggunakan hak pilih di tempat penungutan suara (TPS). “Untuk DPT jumlah semuanya ada 3658, ramai warga yang datang, sehingga sempat terjadi antrian warga menunggu di TPS, “terang Muktar.
Meski sempat terjadi keramaian dan antrian warga di setiap TPS, namun proses pencoblosan tetap berjalan tertib dibawah pengendalian petugas Satlinmas dan juga aparat keamanan yang turut mengamankan dilokasi TPS.
Salah seorang warga Maimunah mengakui sempit nya bilik suara sempat dirinya kualahan dan bingung untuk menentukan pilihan pada peserta pemilu yang dipilih.
Selain keluhan warga sempit bilik suara, letak lokasi TPS dihalaman gedung yang dipenuhi warga di 13 TPS kata Ketua PPS setempat juga menjadi keluhan antrian panjang dengan hiruk pikuk keramaian warga yang berdesakan menunggu di pintu masuk di setiap TPS.
“Karena masyarakat yang datang sangat ramai, menjadi keluhan sempitnya tempat dihalaman sekolah sementara warga harus berdesakan menunggu jatah pencoblosan di TPS, “kata Muktar.(*)












