Habapublik.com, Sabang: Guru penggerak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sabang Mutia ulfa, lakukan inovasi cipta buku dalam bahasa inggris dengan teknik pengumpulan data dari murid. Inovasi yang dilakukan berjudul Sarita atau satu murid satu cerita yang ditulis dan di gambar langsung oleh perwakilan siswa kelas tujuh yang terdiri dari 26 siswa.
Hal tersebut seperti dikatakan guru penggerak sekaligus guru Bahasa Inggris SMPN 1 Sabang. Terangnya, kegiatan tersebut telah dilakukan setahun terakhir, dan menghasilkan satu judul buku yang saat ini telah diperjual belikan dikalangan orang tua siswa serta akan diserahkan kepada Perpustakaan Kota Sabang.
“Kenapa tergerak untuk melakukan inovasi ini, karena kita melihat dari minat dan nilai Bahasa Inggris anak yang belakangan ini sedikit menurun, dimana mereka menganggap pelajaran ini adalah pelajaran yang susah. Sehingga saya mengajak diskusi guru Bahasa Inggris yang lain membuat suatu inovasi, tergeraklah untuk membuat program buku,” ujar Mutia, Selasa (25/6/2024).
Mutia mengungkapkan, sebelum program tersebut terealisasi, banyak upaya yang telah dilakukan, seperti memberikan materi dengan menggunakan Bahasa Inggris, membiasakan siswa setiap harinya menghafal lima kata dalam Bahasa Inggris serta mengajak siswa menonton cerita dengan Bahasa tersebut.
“Kebetulan di kelas saya itu ada dua anak yang mahir menggambar ilustrasi, sehingga gambar yang ada dibuku murni karya anak, tidak mengambil dari Google. Memang tidak semudah yang kita bayangkan, kami butuh waktu satu tahun, karena Bahasa Inggris banyak yang harus kita pelajari baik dari penulisannya, pengucapannya, jadi semua ini butuh proses yang Panjang,” jelasnya.
Kedepannya, program inovasi Satu Murid Satu Cerita yang dituangkan dalam sebuah buku tersebut, akan dijalankan diseluruh kelas yang ada di SMPN 1 Sabang, mulai dari kelas 7-9.
Ia berharap, dengan adanya inovasi ini, seluruh siswa semakin termotivasi untuk belajar Bahasa Inggris, sehingga nantinya seluruh siswa lulusan sekolah tersebut terampil dan mampu mengembangkan dirinya dalam berkomunikasi secara global.(*)












