Daerah  

Kepala BNPB Janjikan Hunian Layak dan Bantuan Hidup bagi Pengungsi Banjir–Longsor Gayo Lues

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, meninjau langsung lokasi pengungsian di Balai Latihan Kerja (BLK), Sabtu (3/1/2026). Foto : Kamsah.

Habapublik.com, Blangkejeren: Harapan baru diterima para pengungsi banjir dan longsor di Kabupaten Gayo Lues. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memastikan negara hadir untuk memulihkan kehidupan warga yang terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.

Dalam kunjungannya ke Gayo Lues, Sabtu (3/1/2026), Suharyanto meninjau langsung lokasi pengungsian di Balai Latihan Kerja (BLK) serta Kecamatan Putri Betung, wilayah yang kembali terisolasi akibat longsor susulan.

Di hadapan para pengungsi, ia menyampaikan komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian, bantuan hidup, hingga perabotan rumah tangga bagi korban bencana.

“Korban bencana adalah prioritas utama. Negara tidak boleh absen dalam situasi seperti ini,” tegas Suharyanto saat berdialog dengan warga pengungsi asal Kampung Agusen, Kecamatan Blangkejeren.

Skema Hunian untuk Korban Bencana Suharyanto menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan skema penanganan hunian yang fleksibel dan berpihak pada kebutuhan warga.

Hunian sementara (huntara) dapat dibangun di lokasi yang disiapkan pemerintah, maupun di lahan rumah warga yang masih memungkinkan secara teknis, seperti memiliki pondasi yang aman.

Bagi warga yang saat ini menumpang di rumah sanak keluarga, pemerintah tetap memberikan hak berupa bantuan rumah tunggu hunian. Hingga kini, bantuan biaya sewa rumah telah dicairkan sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.

Sementara itu, untuk hunian tetap (huntap), pemerintah menawarkan dua opsi. Pertama, hunian terpusat yang akan dibangun oleh Kementerian Perumahan di satu kawasan. Kedua, hunian tersebar sesuai pilihan keluarga, yang akan dibangun oleh BNPB di atas lahan milik warga.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, meninjau langsung lokasi pengungsian di Balai Latihan Kerja (BLK), Sabtu (3/1/2026). Foto : Kamsah.

Tak hanya rumah, pemerintah juga menyiapkan bantuan perabotan senilai Rp3 juta per keluarga, serta bantuan biaya hidup awal sebesar Rp5 juta per kepala keluarga melalui Kementerian Sosial RI.

“Semua ini dilakukan agar masyarakat bisa segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan layak,” ujar Suharyanto.

Pemulihan Menyeluruh Pascabencana

Selain hunian, pemerintah pusat juga tengah melakukan pendataan kerusakan dan kerugian di sektor pertanian, perkebunan, perikanan tambak, serta peternakan—sektor-sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Gayo Lues.

Di sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengidentifikasi sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan longsor untuk segera diperbaiki. Pendirian sekolah darurat juga disiapkan agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

Menariknya, Suharyanto menegaskan bahwa warga yang sebelumnya tinggal di rumah sewa dan rumahnya hanyut terbawa arus tetap berhak mengajukan diri sebagai penerima hunian tetap.

Pemerintah Daerah Siap Dampingi Warga

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, yang mendampingi kunjungan Kepala PNPB menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan benar-benar tuntas.

“Seluruh persoalan masyarakat terdampak bencana akan kami carikan solusi bersama pemerintah pusat. Pemulihan ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal memulihkan harapan dan masa depan warga,” ujar Suhaidi.

Di tengah luka dan kehilangan harta benda, janji bantuan dan hunian layak itu menjadi secercah harapan bagi para pengungsi Gayo Lues bahwa mereka tidak sendiri menghadapi bencana, negara hadir untuk membantu mereka bangkit kembali.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *