Daerah  

Menjelang Ramadhan, Pembangunan Huntara bagi 3.051 KK di Gayo Lues Terus Dipacu

PIC BNPB, Dr Kheirawan, MM,

Habapublik.com, Blangkejeren : Pemerintah pusat dan daerah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi 3.051 kepala keluarga (KK) terdampak bencana di Kabupaten Gayo Lues. Huntara yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak itu ditargetkan rampung menjelang bulan Ramadhan 1447 H.

Sebagai tahap awal, huntara percontohan telah dibangun di Dusun Rigep, Kecamatan Dabun Gelang. Hunian berukuran 3 x 6 meter tersebut dilengkapi fasilitas toilet dan akan menjadi acuan pembangunan huntara di lokasi lainnya.

PIC BNPB, Dr Kheirawan, MM, mengatakan, pembangunan huntara dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan berbagai aspek, terutama aksesibilitas dan kedekatan dengan sumber mata pencaharian warga.

“Huntara tidak boleh dibangun sembarangan. Lokasinya harus dekat dengan aktivitas ekonomi warga. Jika terlalu jauh, masyarakat cenderung enggan menempati dan kembali ke lokasi rawan,” kata Kheirawan, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, distribusi material bangunan saat ini masih didatangkan dari luar Kabupaten Gayo Lues. Kendati demikian, progres pembangunan terus berjalan seiring mulai terbukanya akses kendaraan roda empat melalui Kota Cane, Aceh Tenggara.

Untuk mempercepat proses pembangunan, BNPB juga membuka opsi penggunaan bahan bangunan lokal, seperti papan kayu, guna mengurangi ketergantungan pada material dari luar daerah. “Penggunaan bahan lokal memungkinkan pembangunan lebih cepat karena tidak perlu menunggu pasokan dari luar,” ujarnya.

Progres penampakan Huntara Rigeb Gayo Lues. Foto: Kamsah.

Dalam percepatan pembangunan huntara, TNI dan Polri turut dilibatkan untuk membantu proses pembangunan di lapangan. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mempercepat penyediaan hunian layak bagi warga terdampak.

Selama masa tanggap darurat hingga transisi, pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, termasuk jaminan logistik dan penyediaan fasilitas memasak bagi warga yang menempati huntara.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si, berharap pembangunan huntara dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat sehingga mereka dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kami berupaya agar masyarakat bisa menjalani Ramadhan dan Idul Fitri dengan lebih tenang, dengan tempat tinggal sementara yang layak dan aman,” kata Suhaidi.

Pemerintah daerah menargetkan pembangunan huntara selesai secara bertahap sebelum bulan puasa, sembari terus mempersiapkan langkah lanjutan menuju pemulihan pascabencana.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *