Dapur SPPG Tutup Libur Sekolah, Distribusi Tempe di Sabang Menurun

Libur sekolah semester genap tahun ajaran 2025–2026 membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Kota Sabang ikut libur hingga 13 Juli 2026 mendatang. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Libur sekolah semester genap tahun ajaran 2025–2026 membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Kota Sabang ikut libur hingga 13 Juli 2026 mendatang. Kondisi ini berdampak pada menurunnya distribusi tempe dari pengusaha lokal di daerah tersebut.

Pengusaha tempe di Sabang, Asraf, mengatakan penurunan terjadi karena berkurangnya pengambilan dari dapur SPPG selama masa libur sekolah. Sementara itu, distribusi ke pasar tradisional dan warung tetap berjalan seperti biasa.

“Kalau pasokan ke dapur ya pastinya ada pengurangan karena sekarang lagi libur. Tapi untuk yang biasa-biasa tetap produksi, walaupun jumlahnya sudah dikurangin, tapi yang di pasar-pasar tetap jalan,” ujar Asraf, Senin 22 Juni 2026.

Sebelum masa libur semester genap, setiap dapur SPPG biasanya mengambil sekitar 700 hingga 800 bungkus tempe per minggu. Namun saat ini jumlah tersebut mengalami penurunan karena aktivitas dapur tidak berjalan penuh.

Penurunan permintaan tersebut berdampak langsung pada produksi harian tempe di tempat usaha Asraf. Dari sebelumnya mencapai 120 kilogram per hari, kini hanya sekitar 60 kilogram.

“Biasanya kita produksi 120 kilo per hari, sekarang cuma 60 kilo karena memang permintaan dari dapur sudah tidak ada seperti biasanya. Kalau untuk harga ukuran kecil 4 bungkus Rp 5ribu, ukuran besar 1 bungkus Rp 4 ribu,” tambahnya.

Asraf berharap pemesanan tempe dari dapur sppg kembali meningkat seiring dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah pada pertengahan Juli mendatang. Sehingga dapat mendorong peningkatan produksi dan pendapatan usaha tempe miliknya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *