Habapublik.com, Aceh Singkil: Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, H. Jamaludin Idham, S.H., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Singkil, Kamis (29/10/2026), untuk meninjau persoalan pendangkalan muara, konservasi mangrove, serta menyerap aspirasi nelayan dan kebutuhan penguatan sarana lingkungan hidup. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi jalur perairan yang dikeluhkan masyarakat akibat pendangkalan, yang berpotensi menghambat akses perahu nelayan dan aktivitas perikanan.
Dalam kunjungan tersebut, Jamaludin Idham meninjau empat lokasi, termasuk Kuala Gabi di Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, serta Kuala Muara dan kawasan Muara Anak Laut. Rombongan bertolak dari Pelabuhan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Suka Damai menuju Muara Anak Laut menggunakan speedboat. Selain meninjau kondisi muara, rombongan juga melihat kawasan konservasi mangrove di Anak Laut yang dinilai perlu diperkuat dan diperluas. Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung alami pesisir (buffer zone), tetapi juga berpotensi mendukung keberlanjutan ekosistem dan penghidupan masyarakat nelayan.
Dalam pertemuan bersama nelayan, turut mengemuka harapan agar kuota program asuransi nelayan di Kabupaten Aceh Singkil dapat ditambah, sehingga lebih banyak nelayan memperoleh perlindungan terhadap risiko saat melaut.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Singkil, Surkani, S.E., menyampaikan perlunya revitalisasi laboratorium lingkungan hidup agar dapat berfungsi optimal dalam mendukung pengujian dan pemantauan kualitas lingkungan, sekaligus memperkuat pelayanan laboratorium untuk wilayah pantai barat selatan Aceh. Proposal dan Detail Engineering Design (DED) revitalisasi telah disiapkan dan telah disampaikan.
“Kami berharap dukungan Bapak Jamaludin Idham selaku Anggota DPR RI Komisi IV dapat memperkuat usulan revitalisasi laboratorium lingkungan hidup ini, sehingga fasilitas tersebut dapat kembali berfungsi optimal. Dengan dukungan sarana dan peralatan yang memadai, laboratorium ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pemantauan kualitas lingkungan dan melayani kebutuhan pengujian di wilayah pantai barat selatan Aceh,” ujar Surkani.
Jamaludin Idham didampingi Anggota DPRK Aceh Singkil sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Aceh Singkil, Taufik, A.Md., serta jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab, Faisal, S.Pd.; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Erwin Syahputra, S.T.; Kepala DLH, Surkani, S.E.;
Turut serta Plt. Kepala Dinas Perkebunan, Nirwana Angkat, S.P.; Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Abd. Haris, S.P., M.M.; Kepala Dinas Pangan, Achyaruddin, S.T.; serta pimpinan Gerakan Aliansi Nelayan Aceh Singkil (GANAS), Rahmi Yasir.
Usai meninjau sejumlah lokasi, Jamaludin Idham menegaskan pentingnya menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sebagai dasar memperjuangkan kebutuhan daerah.
“Persoalan pendangkalan muara, penguatan konservasi mangrove, perlindungan nelayan melalui asuransi, serta revitalisasi laboratorium lingkungan merupakan hal-hal yang perlu mendapat perhatian bersama. Aspirasi yang kami terima hari ini akan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku, agar kebutuhan masyarakat Aceh Singkil dapat diperjuangkan melalui jalur yang tepat,” ungkap Jamaludin Idham.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Singkil, Faisal, S.Pd., menyampaikan optimisme bahwa kunjungan tersebut dapat memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
“Kami optimistis, melalui komunikasi dan sinergi yang berkelanjutan dengan DPR RI, berbagai kebutuhan strategis Aceh Singkil, khususnya sektor kelautan, perikanan, dan lingkungan hidup, dapat diperjuangkan secara bertahap. Harapan kami, kunjungan ini tidak berhenti pada peninjauan, tetapi berlanjut pada tindak lanjut konkret yang memberi manfaat nyata bagi nelayan, masyarakat pesisir, dan pembangunan daerah,” tutup Faisal .












