Meugang Idul Fitri 1445 H, Sabang Sembelih 49 Ekor Ternak Ditemukan Tiga Kasus Cacing Hati

Sejumlah warga kota Sabang sedang membeli daging di hari Meugang Idul Fitri 1445 H.Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang mencatat sebanyak 49 ekor ternak disembelih pada tradisi Meugang menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H atau 2024 M di Kota Sabang. Jumlah ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tradisi meugang Ramadhan lalu, yakni mencapai 80 ekor.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang Fakri, SE, MAP melalui Kepala bidang peternakan dan kesehatan hewan Ir. Hariadi mengatakan, dari jumlah 49 ekor tersebut, pada meugang pertama sebanyak 27 sapi 1 kerbau disembelih, serta meugang kedua sebanyak 19 ekor sapi dan 2 ekor kerbau. Dengan pedagang sebanyak 20 orang yang tersebar ditiga lokasi, Jalan Malahayati, Gampong Cot Bau dan Iemeule.

“Pada meugang kali ini kami menemukan 3 hati sapi yang terkena penyakit cacing hati atau paseolosis, ketiga hati ini sudah kita amankan, tidak boleh lagi diperjual belikan. Yang dijual hanya daging yang benar-benar aman dikonsumsi,” ujar Hariadi, Selasa (9/4/2024).

Pemotongan hewan dilakukan dirumah potong hewan yang berada di Gampong Kuta Timu Kecamatan Sukakarya Sabang dan Gampong Cot Bau Gampong Sukajaya Sabang. Pihaknya menjamin, daging yang dijual untuk masyarakat aman untuk dikonsumsi, rata-rata ternak yang disembelih di Sabang berasal dari daratan Aceh.

“Jadi dalam hal ini kita ada petugas dari Bidang Peternakan dan Dokter Hewan yang turun langsung melakukan pengecekan sejak pukul 06.00 Wib. Ketika ada hati yang tidak sehat, maka segera kami musnahkan,” tambahnya.

Pada Meugang pertama Hari Raya Idul Fitri 1445 H, terpantau harga Daging dan hati sapi di Sabang Rp.180ribu/kg, tulangan Rp.80ribu/kg, kemudian pada Meugang kedua alami kenaikan, yakni hati sapi dan daging kualitas premium Rp. 200.000/kg serta tulangan dengan harga Rp. 100.000/kgnya.

Menurut pantauan wartawan media ini, meski dengan harga tinggi, antusian masyarakat di Kota paling barat Indonesia ini tetap tingggi untuk membeli daging pada meugang kali ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *