Petani Jurong Cot Mancang Cot Abeuk Panen Perdana Padi Gogo di Lahan Kering

Petani Jurong Cot Mancang, Gampong Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang mulai memanen padi gogo yang ditanam sejak Januari 2026. Foto: Difa.

Habapublik.com,Sabang – Petani Jurong Cot Mancang, Gampong Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang mulai memanen padi gogo yang ditanam sejak Januari 2026. Panen perdana tersebut menjadi bukti bahwa budidaya padi di lahan kering masih dapat menghasilkan meski menghadapi cuaca ekstrem dan serangan hama.

Petani padi gogo, Maidi mengatakan lahan yang ditanami mencapai sekitar 6.000 meter persegi dengan jenis padi gogo varietas Inpago 13. Ia menyebut proses penanaman dilakukan bersama keluarga dengan bibit bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang.

“Penanaman dimulai sejak Januari dan ini panen perdana kami. Walaupun ada serangan hama dan penyakit, Alhamdulillah tetap ada hasil yang diperkirakan mencapai sekitar satu ton,” kata Maidi, Senin (25/5/2026).

Selain untuk kebutuhan konsumsi keluarga, hasil panen juga menjadi semangat baru bagi petani di wilayah Cot Mancang untuk terus mengembangkan padi gogo.

Selama masa tanam, petani mengaku rutin melakukan penanganan hama dengan penyemprotan obat agar tanaman tetap bertahan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Hendrik Supriyetno menjelaskan penanaman padi gogo dimulai pada 20 Januari 2026 di tengah musim kemarau yang cukup ekstrem.

Menurutnya, varietas Inpago 13 memiliki daya tahan yang baik terhadap kondisi tanah kering dan masam meski hasil panen belum maksimal akibat serangan hama dan rendahnya curah hujan.

“Walaupun hasilnya belum memenuhi target, namun petani masih mendapatkan hasil dan pengalaman berharga untuk musim tanam berikutnya. Kami juga terus memberikan pendampingan kepada petani terkait penanganan hama, penyakit hingga strategi pemupukan di musim kemarau,” ujar Hendrik.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang mengimbau petani agar tidak ragu mengembangkan budidaya padi gogo di lahan kering dengan memilih varietas dan musim tanam yang tepat.

Pengalaman musim tanam kali ini diharapkan menjadi pembelajaran untuk meningkatkan hasil produksi padi gogo di Kota Sabang ke depan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *